HW Lamongan Helat Seminar Kebangsaan, Ini Pesan Menjaga Persatuan dari Amar Saifuddin

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Lamongan berupaya meneguhkan sikap nasionalisme para pandu HW guna menjaga ideologi bangsa. Hal itu salah satunya dilakukan dengan menghelat Seminar Kebangsaan “Implementasi Wawasan Kebangsaan Dalam Kerangka NKRI”, Ahad (13/03/2022) bertempat di Hotel Mahkota.

Dalam seminar kebangsaan itu, hadir Anggota FPAN DPRD JATIM Drs. Amar Saifuddin, MM dan Pusat Studi Politik The Republic Institute Dr. Sufyanto, S. Ag., MSi. sebagai pembicara. Seminar ini diikuti 125 peserta.

Anggota FPAN DPRD JATIM Amar Saifuddin menjelaskan, kepedulian dari kalangan pandu HW dalam menjaga sikap nasionalisme dan meneguhkan ideologi bangsa tentunya sangat dibutuhkan. Sebab, dari merekalah keberlanjutan bangsa ke depan ditentukan.

Soal kebangsaan ini perlu di segarkan kembali karena situasi terus berubah. Karena informasi sekarang kebanjiran informasi sehingga sulit memfilter itu semua saat di manapun berada karena mudah sekali di akses.

“Internet ini bukan hanya mempengaruhi di dunia politik tapi semuanya apalagi banyak gempuran-gempuran berita-berita bohong itu yang mempengaruhi perilaku bangsa Indonesia. Rasa kepekaan bangsa ini mudah tersinggung dan rasa kebersatuan sekarang ini juga mudah goyah. Bangsa Indonesia rakyat ini juga terusik dengan pernyataan-pernyataan yang istilahnya itu mengganggu bangsa, suku, ras, dan agama,”paparnya.

Mantan ketua PC IMM Lamongan itu menuturkan, Sebenarnya konsep bhineka tunggal ika itu sudah sunatullah karena sejak lahir ini kan berbeda-beda. Bagaimana menjadikan tunggal bersatu itulah yang perlu diusahakan. Indonesia yang beribu-ribu pulau, suku, dan agama. Untuk menjadi tunggal inilah yang perlu diusahakan. Bagaimana kalau dari beberapa suku ini punya ego-ego sendiri tersebut.

“Bagaimana kita mengimplementasikan atau mewujudkan, sebenarnya pendiri Republik ini saat merumuskan pancasila ini sudah bagus kalau kita laksanakan dengan sebaik mungkin,” tuturnya.

Sila pertama ini menjadi landasan seluruh sila bagaimana kita berperikemanusiaan juga di dasari dengan landasan agama kita. Selain itu, perlu untuk berbuat kebaikan dengan kepada orang dan tidak didasari dengan landasan agama kita suka menolong banyak orang.

“Mari kita menanamkan nilai-nilai ini kembali. Kepada teman-teman Kwarda, Kwarcab, dan penggerak HW ini untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti dan berkeadaban,” paparnya.

Dalam mengambil sebuah keputusan di dalam program kegiatan, dia menyampaikan bahwa harus mengutamakan musyawarah jangan sampai sering-sering voting.

“Kebiasaan-kebiasaan seperti ini mulai luntur di kehidupan kita. Hal-hal semacam ini menjadi tanggung jawab kita semua kemudian kita ini menanamkan anak-anak
dan lingkungan kita untuk senantiasa mendahulukan musyawarah,” pungkasnya.

Reporter: Fathan Faris Saputro