MALANG lintasjatimnews – Sebagai Aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), banyak kegiatan yang dilakukan Antita Tri Suharianti, misalnya mengikuti kegiatan-kegiatan IPM apalagi di sekarang menjadi Sekretaris umum PC IPM Kecamatan Kepanjen dan Kabid PIP Pimpinan Daerah Kabupaten Malang.
“Awal dulu mengenal IPM saat SMK, Karena saya sekolah di SMK Muhammadiyah. Cerita unik, dulu saya awal masuk SMK tidak langsung ikut IPM saya ikut RPM (Remaja Pengurus Masjid) di SMK dengan setahun berjalannya waktu saya sedikit mengenal IPM lewat salah satu kakak kelas yaitu Fery. Jadi saat itu RPM sering terlibat acara bareng IPM. dengan itu sedikit banyak mengenal IPM dan juga saat itu saya ikut Puskominfo IPM JATIM sehingga sedikit menambah pengetahuan mengenai IPM. Apalagi melihat kakak kelas yang keren saat bicara di depan umum sangat lancar dan percaya diri membuat saya semakin tertarik bergabung dengan IPM,” ujar kisahnya kepada lintasjatimnews, (18/2/2022).
Di setiap ada kegiatan IPM beliau pasti ikut di dalamnya meskipun beliau tidak masuk dalam kepengurusan IPM. Setelah lulus SMK beliau langsung antusias bergabung dalam kepengurusan IPM di cabang Kepanjen. Bisa dibilang waktu itu menjadi tahun pertama beliau benar-benar berjuang dan belajar di IPM. Bertemu banyak teman dan lebih banyak pengalaman lagi.
“IPM juga termasuk salah satu hal terpenting tempat saya belajar, tempat saya berbagi dan bercerita bareng teman-teman. IPM menjadi hal terpenting dalam hidup saya untuk berproses,” kata Antita.
Baginya IPM adalah organisasi yang luar biasa, tidak sama seperti organisasi-organisasi yang pernah beliau ikuti sebelumnya. IPM gerakannya luas, eksistensinya di seluruh Indonesia. Seperti halnya manfaat ikut IPM sangat banyak. IPM menjadi tempat beliau untuk berproses dan belajar menjadi pribadi yang berbenah. Sebelum beliau mengenal IPM beliau orang yang sulit bergaul dan berbaur dengan orang asing. Lebih nyaman sendiri dan susah berbicara di depan umum. Setelah mengenal IPM beliau lebih ada perubahan, mulai dari keberanian beliau bicara di depan umum dan juga sekarang beliau lebih mudah bergaul dan berbaur dengan orang asing.
“Selepas apa yang saya ceritakan tersebut, IPM menjadi tempat berproses untuk saya. Salah satu outputnya saya bisa bekerja sebelum lulus SMK. Singkat cerita ini juga merupakan manfaat berIPM. Alhamdulillah saat di SMK saya dikenal oleh banyak guru sebagai anak IPM meskipun saya ikutnya RPM.
Pada suatu waktu kesiswaan di SMK saya yaitu pak Lukman menghubungi saya dan menawarkan pekerjaan kepada saya. Dari banyaknya siswa di SMK beliau memilih saya dengan alasan karena saya aktif berIPM. Waktu itu saya masih kelas 12 dan bisa bekerja di satu perusahaan yang bisa dibilang ternama di sekolah saya karena kerjasamanya,” ujar putri asal Desa Panggungrejo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang itu.
Antita memastikan bahwa IPM tidak hanya tempat untuk mengisi waktu luang dari kesibukan bersekolah tetapi di IPM benar-benar tempat kita belajar, berproses dan menggalih potensi kita. Adapun manfaat berIPM juga mandekatkan kita kepada orang orang yang memiliki vibes positif. Dulunya kita yang tidak rajin beribadah sekarang menjadi lebih baik beribadahnya karena di kelilingi orang orang yang kasih dampak positif ke kita. IPM juga melatih kita untuk kebersamaan, tidak hanya soal pengetahuan tetapi soal kemanusiaan dan persaudaraan di IPM saling belajar. IPM memang bukan segalanya, tapi segala-galanya bisa dimulai di IPM.
Selanjutnya, beliau selalu mempunyai tujuan dan goals. Jadi kebiasaan beliau di setiap bulan itu buat catatan target yang harus dicapai di bulan itu. Dengan adanya target tersebut beliau jadi harus lakukan plan plan yang sudah beliau susun sebelumnya. Target dan plan tersebut yang membuat Antita berusaha selalu produktif.
“Alhamdulillah orang tua sangat mendukung. Selama saya ber-IPM orang tua saya tidak pernah melarang saya untuk aktif berorganisasi. Bisa dibilang bapak ibu saya selalu berkata iya untuk anaknya. Jarang sekali mereka melarang saya berkegiatan di IPM. Dengan kepercayaan itu yang membuat saya semakin bersemangat di IPM,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)









