Menjadi Aktivis DSD Lamongan yang Pekerja Keras

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Muhammad Saifur Rohim Ketua Bidang Kepemimpinan dan Pembinaan Dewan Sugli Daerah (DSD) Lamongan di kenal di kalangan teman-temannya di Hizbul Wathan sebagai pandu yang pekerja keras dalam berkegiatan Hizbul Wathan.

“Semua itu berawal dari Diklat Dewan Sugli Daerah Lamongan yang diselenggarakan oleh Kwarda HW Lamongan Di Kampus 3 SMK 5 Babat. Awalnya saya tidak tau apa itu Dewan Sugli dan tidak begitu menyukai HW akan tetapi setelah Diklat DSD saya memiliki banyak teman dari berbagai daerah, memiliki Ilmu yang benar-benar berharga dan yang tidak kalah pentingnya yakni pengalaman pertama kali saya di HW. Setelah terselenggaranya JAMDA ke sepuluh di lapangan Sawogaling Babat mulai dari itu saya mulai suka dengan HW,” ujar kisahnya awal menyukai kepanduan Hizbul Wathan kepada lintasjatimnews, Jum’at (18/2/2022).

Saifur yang berdomisi di Desa Labuhan Kecamatan Brondong itu pun menjelaskan, Pada tahun 2020 Qobilah Buya A.R Sutan Mansur Pondok Pesantren Al-Mizan Muhammadiyah Lamongan mengadakan LKP (Latihan Kepemimpinan Penghela) kebetulan beliau ditunjuk untuk menjadi peserta dari sini beliau mengetahui apa itu Hizbul Wathan, ada apa saja didalamnya.

Setelah beberapa bulan DSD mengadakan Musyawarah Dewan Sugli Daerah yang bertepatan di SMKM 3 Ngimbang beliau dijadikan calon formatur dan beliau langsung mendapat urutan nomor 11 dan beliau diamanahi menjadi ketua bidang kepemimpinan dan pembinaan mulai dari sini beliau berfikir dua kali kalau mau meninggalkan HW karena menjaga Amanah itu berat di dunia maupun di akhirat.

“Yang pertama saya harus menyukai HW itu sendiri karena seseorang kalau sudah cinta kepada sesuatu maka akan melakukan semua demi sesuatu tersebut. Maka dari itu kita sebagai warga Muhammadiyah yang sudah memiliki kepanduan sendiri maka kita harus mengembangkan di Hizbul Wathan itu sendiri,” Jelas Saifur.

Selanjutnya Ikuti semua kegiatan HW dengan mengikuti kegiatan HW dari latihan rutin sampai Diklat kita harus selalu mengikutinya karena dari situ kita tau ideologi HW itu sendiri dengan kita mengetahui idelogi HW maka kita secara otomatis akan suka bahkan cinta dengan HW.

Untuk mengetahui itu, Saifur menyarankan agar sebelum mau keluar atau tidak mau untuk mengikuti kegiatan HW maka kita flashback terlebih dahulu kita mengingat kisah perjuangan di HW apa saja yang sudah di lakukan di HW apa saja yang sudah kita beri di HW dengan mengingat perjuangan kita di HW insyaallah itu akan menguatkan niat untuk tetap terus bejuang di HW.

“Untuk respon kedua orang tua saya mungkin dilihat dari ekspresi wajah terlihat biasa saja dan merasa khawatir kalau saya ada kegiatan HW karena sudah pasti kegiatan jauh dari rumah. Akan tetapi saya yakin seratus persen bahwa orang tua saya bangga karena sudah bisa aktif HW,” ujar Saifur.

Di dalam organisasi menurut Saifur yang dibutuhkan bukan cuma pikiran saja yang dituangkan akan tetapi tenaga juga harus dicurahkan dalam organisasi.

Beliau pun memberikan contoh, “Sebuah rumah bisa didirikan dengan bantuan tenaga kuli bangunan dan pikiran seorang arsitek jadi dari sini kita bisa simpulkan jangan ragu untuk masuk organisasi walaupun nilai akademik kita kurang bagus jangan malu untuk masuk organisasi karena rumah yang kokoh berawal dari pemikiran kuli bangunan dan arsitek,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)