Mahes Sosok yang Memiliki Kerendahan Hati dan Menjadi Teladan dalam Mengelola Media di IPM JATIM

Listen to this article

BOJONEGORO lintasjatimnews – Maheswari Ayu Pratiwi Wanita yang berusia 18 tahun asal Desa Sugihwaras Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Tidak ada yang pernah menyangka, sekarang menjadi orang penting di Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur bagian Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskominfo).

“Sebenarnya saya sudah lama masuk di media. Dulu sudah gabung di tim media IPM Bojonegoro tahun 2018 tapi di situ saya vakum lama banget. Sampai akhirnya saya naik di Pimpinan Daerah tahun 2019, nah di situ saya masuk di Anggota bidang PIP di mana bidang itu melekat banget sama media,” ujar kisahnya sebelum kini di sibukkan di lembaga media PW IPM JATIM itu kepada lintasjatimnews (17/02/2022).

Dia mulai menikmati di media hingga akhirnya pada saat itu kebanggaan banget buat Dia untuk dimintai tolong untuk membantu Puskominfo PW IPM Jawa Timur jadi kontributor berita di Muktamar IPM ke 22 di UMP secara daring tersebut. Dari itu akhirnya Dia bergabung masuk di Puskominfo PW IPM JATIM periode 21/23.

Tidak sampai itu aja, saat waktu oprec media PP Dia ikut daftar. “Tidak ada pikiran bisa masuk soalnya tingkatnya pimpinan pusat dan pastinya yang mengikuti itu banyak banget, di situ yang diambil hanya dua anak. Dan Alhamdulillah Allah berkata lain, aku seneng banget saat pengumuman ternyata aku lulus. Setelah itu aku semakin semangat banget untuk bermedia,” ujarnya.

Putri dari ayah Kamid dan ibu Marli’ah itu produktif dalam bermedia kalau versi Mahes mempunyai tujuan masuk media. Di media terkadang Mahes juga merasakan yang namanya jenuh, bosan, malas, dan tidak mood yang akhirnya membuat kita tidak bisa produktif. Nah di situlah beliau harus ingat tujuan awal kita masuk di media itu apa.

Untuk mengatasi hal itu Dia lalu membuat jadwal content, dimana itu yang akan terus mendorong beliau untuk terus eksis di media.

Kepiawaiannya itu membuat Mahes mendapat relasi yang banyak, bisa berkenalan dengan kader IPM di seluruh Indonesia dan beliau bisa belajar bermasyarakat.

Beliau menunjukkan dan membuktikan ke mereka bahwa organisasi IPM itu baik. Banyak Manfaat yang bisa beliau ambil dari situ.

“Sama sekali tidak pernah terbayangkan saya akan menjadi seperti ini. Tapi saya yakin, setiap perjuangan pasti ada hasil akhir yang bagus,” tandasnya. (Fathan Faris Saputro)