LAMONGAN lintasjatimnews – Mohammad Sabilal Romadlon berulang kali menyebutkan bahwa sektor pertanian Tanah Air adalah sektor yang sangat menjanjikan, karena Indonesia memiliki kondisi alam yang mendukung produktivitas pertanian.
“Pertanian itu diberikan dari Tuhan yang mengaruniakan alam dan musim yang baik,” ucap Bilal sapaan akrabnya kepada lintasjatimnews (6/2/2022).
Keyakinan Bilal tak tanggung-tanggung. Dia menyebut sektor pertanian sudah pasti menjanjikan. Sektor pertanian berurusan dengan ‘perut’ masyarakat, sehingga sangat dibutuhkan dalam keseharian masyarakat.
“Pertanian itu dibutuhkan hari ini, besok dan kapan saja dalam kondisi apa saja. Sebab, pertanian itu bukan hanya makanan saja, tapi juga lapangan kerja dan menyentuh relung-relung negara dan pemerintahan, serta menghadirkan dimensi yang kuat seperti rasa gotong-royong dan mengajak aspek sosial lain untuk berkembang baik. Untuk itu, sudah waktunya pertanian dikelola oleh generasi muda” paparnya.
Mahasiswa yang juga aktif di Ikatan Mahassiswa Muhammadiyah (IMM) ini mengatakan, Apalagi saat ini, pertanian telah menjelma menjadi bisnis yang amat menjanjikan. Bertani pun tak perlu lagi harus berkotor-kotor ria. “Di era 4.0 ini pertanian kita semakin bergerak ke arah yang maju, mandiri dan modern,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Mohammad Sabilal Romadlon kini telah menjelma menjadi petani milenial yang terus tekun. Ayahnya, yang bernama Sabar berujar, pertanian adalah sektor yang tidak ada matinya.
“Sektor pertanian sangat menjanjikan. Jangan malu menjadi anak petani, bahkan kamu harus membuktikan anak petani harus menjadi petani yang sukses juga,” pesan Sabar.
Lahir dan besar di Desa Solokuro, Kecamatan Solokuro, Lamongan menjadi peluang tersendiri bagi Bilal. Didukung oleh sumber daya alam yang baik menjadikan daerah tempat tinggal Bilal penghasil komoditas hasil pertanian yang unggul. Siapa yang tidak mengenal komoditas jagung hingga beras Lamongan yang telah menjelajah berbagai pasar, baik di dalam maupun luar negeri.
“Orang tua saya tidak memberi saya modal khusus, hanya uang saku yang saya tabung untuk modal usaha saya. Usaha pertanian sangat menjanjikan dan menguntungkan. Bisnis yang bisa dilakukan di mana saja dan tidak akan berhenti selama orang masih membutuhkan pangan,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)








