Apa Kata Mereka Yang Gagal Meraih Medali 02SM

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Momentum O2SM (Olimpiade Olahraga Sekolah Madrasah) yang diselenggarakan MGMP PJOK Majelis Dikdasmen PDM Lamongan menjadi harapan bagi sekolah madrasah untuk mendulang medali (31/1/2022)

Salah satu sekolah yang belum dapat meraih medali itu SD Muda Babat. Padahal sekolah ini telah mempersiapkan atlitnya secara maksimal di 3 cabang olahraga yakni cabor lari, tolak peluru, dan Tapak Suci.

Sebelum menghadapi O2SM anak-anak sudah diajak berlatih setiap pagi, mulai dari latihan fisik dan keahliannya.

Ahmad Sartigan Baskaran siswa Kelas 6 peserta cabor tolak peluru ini mengatakan jika ini adalah pengalamannya yang pertama kali ikut lomba tingkat Karisiden Bojonegoro.

“Rasane dredeg dan gemetar,” ungkap siswa keturunan India ini.

Pembina olah raga SD Muda Babat M Farich Syaifullah SPd menjelaskan dalam mempersiapkan para atlitnya setiap pagi mereka kami ajak berlatih fisik dan keterampilan sesuai dengan bidang cabor yang akan diikuti

“Harapan kami para atlit bisa meraih medali sesuai yang diharapkan,’” jelasnya

Ainur Rofiq SE kepala SD Muda Babat mengatakan jika nanti anak-anak mendapatkan juara maka sekolah akan memberikan bonus tersendiri

Lanjutnya, sayang para atlit kami belum bisa mendapatkannya. Tapi saya bangga karena anak-anak sudah selangkah mendapatkan juara dengan berani berkompetisi di tingkat Karisidenan Bojonegoro

“Mudah-mudahan ini akan menjadi semangat bagi anak-anak ke depannya,” ungkapnya

Sementara itu Kepala MI Mulia Babat Nur Kholis SPd mengatakan ia mengirim 4 atlit cabor lari.

Untuk persiapan insya Allah sudah kami persiapkan secara maksimal. Karena siswa yang kami kirim kemarin juga mengikuti Porseni kecamatan Babat.

“Namun, medali yang kita harapkan belum bisa diraih anak anak,” ungkapnya

Harapnya, semoga 02SM mendatang MI Mulia bisa mendapatkan kejuaraan. Untuk itu mulai saat ini kami akan mempersiapkan sebai baiknya.

“Insya Allah murid MI Mulia tetap semangat menyambut 02SM ditahun mendatang,” pungkasnya

Adi Tris Susanto, SPd pembina kontingen SMP Mutu Babat menyampaikan bila atlitnya telah bertanding secara maksimal.

Jelas Adi, atlit binaannya rata rata tumbang disaat final. Bahkan ada atlitnya yang mendekati finis terkena diskualifikasi karena menginjak lintasan lawan.

Walaupun tidak mendapat juara, lanjut Ady anak anak merasa puas karena sudah bisa mengikuti event 02SM sekarisidenan Bojonegoro apalagi sampai ke Babak final.

Kepala SMKM 4 Hari Prasetyawan, SE.MM menyampaikan permohon maaf karena atlit siswanya belum bisa memperoleh medali pada 02SM tahun ini

“SMKM 4 mengirim 3 atlit. Persiapan memang belum maksimal,” jelasnya

Lanjut Hari Prasetyawan, mengingat dalam dua minggu ini teman teman diarahkan sosialisasi PPDB dan kunjungan ke rumah rumah calon siswa baru.

“Kami tetap memberikan motivasi kepada para atlit agar semangat dan terus berlatih dengan sungguh sunggu. Agar hari esok kita bisa menggapai prestasi yang lebih gemilang,” pungkasnya.(Fathurrahim Syuhadi)