LAMONGAN lintasjatimnes – Serda Nurkosim Babinsa Koramil Tikung membantu masyarakat membuat plengsengan di desa Botohputih, Ahad (23/1/2022)
Babinsa sebagai pelaksana pembinaan teritorial di wilayah desa bertugas mewujudkan ruang alam dan kondisi juang yang tangguh. Dalam arti ruang adalah kondisi geografi di desa tersebut.
Sedangkan alat adalah sarana dan prasarana masyarakat. Kondisi juang adalah kondisi sosial mayarakat dalam peran sertanya pada pembangunan dan bela negara.
Mengacu pada tugas Babinsa tersebut sehingga kompleksitas keterkaitan tugasnya memang kesemua arah yang bermuara pada terciptanya pertahanan yang tangguh dalam suatu desa. Menunjang pertahanan daerah, kecamatan, dan kabupaten.
Seperti yang dilakukan di Desa Botoputih Kecamatan Tikung. Sedang dilaksanakan pembangunan plengsengan jalan yang dibantu oleh Babinsa Serda Nurkosim
Kerjabakti yang dilaksanakan oleh warga masyarakat tersebut membangun plengsengan sepanjang 35 meter dan tinggi 5 meter. Sebagai meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat dan mempermudah rutinitas warga masyarakat dalam menggunakan akses jalan tersebut.
Komandan Koramil 0812/04 Tikung Lettu Inf Taman menyampaikan bahwa keberadaan Babinsa tersebut adalah membantu masyarakat.
Lanjutnya, dalam percepatan pembangunan dalam rangka mengawal dana desa. Tentu yang digunakan untuk membangun plengsengan tersebut sehingga benar-benar berdaya guna secara tepat dan benar.
Sementara itu, Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf memberikan apresiasi terhadap kegiatan Koramil jajarannya.
Lanjutnya, Babinsa yang mampu melaksanakan kegiatan kewilayah dengan baik. Dalam upaya membantu percepatan pembangunan seperti yang dilakukan Babinsa Tikung.
Ia menambahkan, keberadaan Babinsa tersebut tentunya memiliki berbagai kepentingan. Di samping memantau percepatan pembangunan.
Dapat juga dijadikan sebagai upaya bina bakti masyarakat dalam perannya pada pembangunan di sekitarnya. Sebagai sarana berkomunikasi sosial dengan masyarakat, yang kesemuanya merupakan metode dalam pembinaan teritorial,” pungkasnya (Fathurrahim Syuhadi)








