SIDOARJO lintasjatimnews – Pembangunan Jembatan Segoro Tambak di Sidoarjo dipastikan molor,alias tidak sesuai target.
Seharusnya Jembatan yang menghubungkan Desa Sogoro Tambak, Kecamatan Sedati dengan Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2021. Namun hingga saat ini, (Sabtu,22/01/2022) belum rampung.
Menurut Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo M. Yunan Khoiron mengatakan jika pembangunan fisik saat ini masih sekitar 75 persen, Masih lumayan jauh dari target selesai.
Yunan, panggilan akrabnya menyatakan, jika keterlambatan proyek pembangunan jembatan ini, bisa membuat kontraktor dikenakan denda.
“Nilai proyek jembatan tersebut sekitar Rp 8 miliar, Maka denda per hari bisa sekitar Rp 8 juta,” tuturnya. Yunan mengungkapkan, jika ia menargetkan pekerjaan harus selesai paling lambat 19 Februari 2022. Pada tanggal tersebut jembatan harus bisa digunakan. Jika masih tidak selesai, lanjut ia, kontraktor akan diblacklist.
Berdasarkan pantauan lintasjatimnews, sambil menunggu jembatan tersebut selesai. Di sebelah barat jembatan utama dibangun jembatan darurat yang beralaskan kayu (terbuat dari kayu).
Untuk kendaraan yang akan lewat harus bergantian antri terlebih dulu, Bisa dari kendaraan sisi selatan terlebih dahulu. Kalau sudah, baru kendaraan dari sisi utara bisa lewat.
Yang bikin lintasjatimnews agak sedikit terkejut ternyata kendaraan roda empat. Baik mobil pribadi maupun pick up bisa melewati jembatan darurat tersebut.
Salah satu pengguna jalan Rini Mindawati berharap agar jembatan utama Segoro Tambak segera diselesaikan. Dan bisa dilewati lagi. Sebab ia sering menggunakan jembatan tersebut jika akan belanja ikan di Desa Kalanganyar.
“Kalau lewat jembatan darurat harus muter mas, Masuk masuk kampung Juga antri. Jadi kurang nyaman,” ujar Ibu yang ber- KTP di Sepanjang Sidoarjo ini polos (Budi)








