Baru Deklarasi, Yakuza Maneges Langsung Bergerak Bantu Warga Salatiga

Listen to this article

SALATIGA lintasjatimnews — Kepedulian sosial tidak harus menunggu lama. Baru beberapa hari setelah deklarasi, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Sosial Spiritual Yakuza Maneges Wilayah Kota Salatiga dan Semarang Raya langsung bergerak membantu warga yang membutuhkan.

Gerakan tersebut diwujudkan melalui penyaluran sembako dan perlengkapan seragam sekolah kepada keluarga kurang mampu di wilayah Salatiga.
Yakuza Maneges resmi mendeklarasikan diri pada Sabtu malam, 3 Oktober. Organisasi yang berada di bawah naungan Den Gus Thuba Topo Broto Maneges itu kemudian membuktikan bahwa keberadaannya bukan sekadar wadah seremonial, tetapi juga berupaya hadir menjawab persoalan masyarakat.

Aksi sosial tersebut berawal dari pemantauan media sosial oleh tim Yakuza Maneges. Dalam salah satu unggahan Prokompim Kota Salatiga di Instagram, tim menemukan komentar seorang warga melalui akun @rasanyapiye.
Warga tersebut menyampaikan permohonan bantuan kepada Wali Kota Salatiga untuk memenuhi kebutuhan seragam sekolah anak perempuannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Informasi itu segera ditindaklanjuti Ketua Yakuza Maneges Wilayah Salatiga dan Semarang Raya, Bang Darisman, S.H., M.Kn. Ia menginstruksikan pengurus untuk menghubungi keluarga tersebut dan memastikan kebutuhan yang diperlukan.

Dari komunikasi yang dilakukan, diketahui bahwa Dinas Pendidikan setempat sebelumnya telah membantu dua setel pakaian berupa seragam olahraga dan seragam identitas.
Melihat masih adanya kebutuhan perlengkapan sekolah, Yakuza Maneges kemudian melengkapi seragam Pramuka dan Merah Putih.
Bantuan juga diperluas dengan memberikan paket sembako untuk membantu kebutuhan pangan keluarga.

“Kami dari Yakuza Salatiga, insyaallah, akan segera menindaklanjuti permintaan panjenengan,” ungkap salah satu pengurus saat menyampaikan respons kepada warga.

Bantuan tersebut disambut haru oleh keluarga penerima. Sang ibu menyampaikan terima kasih karena kebutuhan pendidikan anaknya mendapat perhatian.

“Terima kasih sebelumnya. Anak saya diperhatikan dengan baik oleh organisasi Yakuza,” tuturnya.

Kemanusiaan Tanpa Sekat
Bang Darisman menegaskan bahwa Yakuza Maneges memiliki semangat inklusif dalam menjalankan gerakannya. Organisasi yang merupakan akronim dari Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi tersebut membuka ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Di dalam wadah ini, anggota berisi teman-teman lintas agama dan teman-teman yang baru belajar. Jadi sekali lagi, kita secara konsisten mengusung tema social, justice, and humanity at all, keadilan sosial dan kemanusiaan untuk semua tanpa sekat perbedaan,” jelasnya.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi dasar agar keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu pengurus mengatakan, kegiatan sosial sebenarnya tidak perlu dipublikasikan secara berlebihan demi menjaga keikhlasan dalam beramal. Namun, pemberitaan tetap dipandang penting sebagai bagian dari syiar kebaikan dan edukasi agar semangat kepedulian sosial dapat menginspirasi masyarakat luas.

Gerakan tersebut sejalan dengan pesan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan saat menghadiri deklarasi Yakuza Maneges di Wahid Prime Hotel Salatiga.
Ia menekankan pentingnya memadukan persaudaraan yang dibangun dalam organisasi dengan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, keberadaan Yakuza Maneges diharapkan mampu menghadirkan manfaat dan solusi konkret bagi masyarakat.

Gerak cepat setelah deklarasi tersebut menjadi langkah awal Yakuza Maneges Salatiga dan Semarang Raya dalam menerjemahkan semangat persaudaraan menjadi aksi kemanusiaan yang nyata.

(Redaksi)