LAMONGAN lintasjatimnewa – Belajar tidak selalu berlangsung di dalam kelas. Siswa MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan mendapatkan pengalaman belajar langsung tentang keselamatan dan penanggulangan bahaya kebakaran melalui kegiatan Edukasi dan Simulasi Pemadam Kebakaran.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamongan ini digelar di Masjid Al Ghoihab Al Mizan Putra, Rabu (7/10/2026) pagi. Kegiatan diikuti seluruh siswa-siswi MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan bersama para guru.
Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan Alimah, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi para siswa. Menurutnya, pendidikan yang diberikan kepada siswa tidak hanya berkaitan dengan ilmu agama dan pelajaran di dalam buku.
“Hari ini anak-anak luar biasa bisa mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi pemadam kebakaran. Jadi anak-anak bukan hanya belajar Al-Quran dan belajar dari buku, tetapi juga belajar bagaimana caranya mengatasi ketika terjadi kebakaran,” ujarnya.
Alimah juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan yang telah hadir dan memberikan edukasi kepada para siswa.
“Terima kasih kepada Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan yang sudah hadir di Al Mizan dan memberikan ilmu kepada anak-anak,” ungkapnya.
Kebakaran Tidak Mengenal Waktu
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan, Rayin, mengajak para siswa untuk aktif mengikuti kegiatan dengan berdiskusi dan bertanya kepada pemateri.
“Saya harapkan anak-anak nanti bisa aktif berdiskusi dan bertanya kepada pemateri,” tuturnya.
Rayin menjelaskan, pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran penting dimiliki setiap orang. Sebab, kebakaran dapat terjadi kapan saja dan tidak mengenal waktu.
“Adik-adik perlu ilmu. Kebakaran itu tidak mengenal waktu. Kapan-kapan bisa terjadi,” jelasnya.
Menurutnya, dampak kebakaran juga tidak hanya dirasakan oleh pemilik rumah atau bangunan yang terbakar. Api dapat merambat dan membahayakan lingkungan di sekitarnya.
“Kadang yang rugi itu bukan kita saja, tetapi bisa menular kepada orang banyak, termasuk tetangga,” katanya.
Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam edukasi tersebut adalah kebiasaan membakar sampah. Rayin mengingatkan agar masyarakat tidak meninggalkan api begitu saja setelah membakar sampah.
“Kalau membakar sampah harus dijaga. Takutnya nanti kalau sudah merambat apinya, bisa sampai membakar rumah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar setiap aktivitas pembakaran dilakukan dengan menyediakan air sebagai langkah antisipasi.
“Kalau membakar harus membawa air. Ketika selesai, apinya harus dipastikan padam dan langsung disiram dengan air. Takutnya masih ada sisa api yang kemudian menyebabkan kebakaran,” pesannya.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pemahaman praktis mengenai langkah-langkah menghadapi bahaya kebakaran. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk lebih waspada serta mampu menerapkan perilaku aman di lingkungan madrasah maupun di rumah.
Reporter: Alfain Jalaluddin Ramadlan









