LAMONGAN lintasjatimnews – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong penguatan sektor peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR).
Bertepatan dengan rangkaian Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dilaksanakan setiap Agustus hingga September, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara mewakili Bupati Lamongan membuka sekaligus menjadi narasumber dalam Sarasehan Penguatan Peternakan di Kabupaten Lamongan bersama FKH Universitas Airlangga. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Selasa (29/9).
Wabup Dirham mengatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para peternak menjadi bagian penting dalam membangun sektor peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Melalui sarasehan tersebut, ia berharap berbagai gagasan dan kerja sama yang dibangun dapat menghasilkan nilai tambah bagi sektor peternakan, meningkatkan daya saing, serta memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamongan, saya mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dalam menyukseskan ekosistem peternakan di Lamongan, baik melalui pembinaan, bantuan, hingga optimalisasi sistem yang sudah berjalan. Semoga kita dapat terus bersinergi dalam mewujudkan berbagai program kerja yang bermanfaat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat maupun pembangunan daerah,” ucap Wabup Dirham.
Menurutnya, penguatan peternakan juga menjadi bagian dari tindak lanjut program prioritas daerah Lumbung Pangan yang berfokus pada sektor agrikultur. Salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana mempertemukan sektor pertanian dan peternakan sehingga keduanya dapat saling mendukung dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
Lamongan memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan untuk membangun ekosistem peternakan terintegrasi. Di antaranya dukungan infrastruktur jalan usaha tani, pengembangan wisata edufarm, pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk, hingga hilirisasi produk peternakan melalui pelaku UMKM.
“Pertanian dan peternakan harus dapat berjalan beriringan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor lainnya sehingga tercipta sistem yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan,” demikian semangat yang disampaikan dalam penguatan ekosistem tersebut.
Selain pengembangan produksi, Wabup Dirham juga melihat adanya peluang investasi yang cukup besar di sektor peternakan Kabupaten Lamongan. Produksi unggas, baik ayam pedaging maupun ayam petelur, menjadi salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan.
Di sisi lain, kebutuhan terhadap ternak kambing, domba, dan sapi juga tergolong tinggi, terutama menjelang momentum Iduladha untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Peluang tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan investasi sekaligus penguatan usaha masyarakat. Namun, pengembangannya membutuhkan sinergi antarelemen, mulai pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, kelompok peternak, hingga masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan Shofiah Nurhayati melaporkan, sarasehan tersebut merupakan salah satu rangkaian Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, sekaligus memperingati World Rabies Day.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian masyarakat FKH UNAIR yang akan dilaksanakan selama dua tahun di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran.
Dalam program tersebut, FKH UNAIR akan memberikan pembinaan dan bantuan kepada kelompok ternak itik berupa bibit itik serta kandang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas kelompok ternak sekaligus mendorong kemandirian peternak.
Melalui penerapan pengetahuan dan teknologi peternakan yang berkelanjutan, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada bantuan, tetapi mampu membangun kapasitas peternak agar semakin mandiri, produktif, dan mampu mengembangkan usahanya.
Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, Lamongan terus berupaya membangun sektor peternakan yang terintegrasi dengan pertanian dan sektor ekonomi lainnya. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, peternak, dan dunia usaha menjadi salah satu kunci agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









