Fathurrahim Syuhadi : Launching Seragam Baru, Semangat Baru Pandu Tunas Athfal Lamongan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews — Ribuan anak usia dini memenuhi GOR (Gedung Olah Raga) Lamongan dalam kegiatan Ceria Pandu Tunas Athfal Kwartir Daerah Hizbul Wathan Lamongan. Sekitar 2.000 anak PAUD dan TK ABA se-Kabupaten Lamongan mengikuti kegiatan dengan penuh keceriaan.

Di tengah suasana meriah tersebut, Kwartir Daerah Hizbul Wathan Lamongan bersama Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Lamongan meluncurkan seragam Pandu Tunas Athfal. Peluncuran dilakukan Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur Fathurrahim Syuhadi bersama Ketua Umum Kwartir Pusat Hizbul Wathan Aman Suyadi.

Peluncuran seragam menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan yang mempertemukan ribuan anak PAUD dan TK ABA tersebut. Seragam tersebut diproduksi Kwarda HW Lamongan bersama IGABA Lamongan dengan mempertimbangkan kenyamanan anak dalam mengikuti aktivitas kepanduan.

“Seragam Tunas Athfal ini diproduksi oleh Kwarda Hizbul Wathan Lamongan bersama IGABA Lamongan. Bahannya dari kain kaos sehingga nyaman dipakai anak-anak. Harganya juga terjangkau,” kata Fathurrahim Syuhadi.

Menurut penulis buku Jejak Sejarah HW Jawa Timur ini, keberadaan Pandu Tunas Athfal merupakan bagian dari ikhtiar mengenalkan pendidikan kepanduan kepada anak sejak usia dini. Kegiatan kepanduan tidak harus selalu dilakukan dalam suasana formal, tetapi dapat dikemas melalui permainan, gerak, nyanyian, kreativitas, dan aktivitas yang menyenangkan.

Dari kegiatan tersebut, anak-anak dapat diperkenalkan secara bertahap dengan nilai kemandirian, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan maupun sesama.

“Anak-anak harus merasa senang dan bangga menjadi bagian dari Pandu Tunas Athfal. Karena itu, seragam harus nyaman, menarik, dan sesuai dengan kemampuan orang tua,” ujarnya.

Identitas Pandu Tunas Athfal

Bagi Fathurrahim, seragam bukan hanya kelengkapan dalam kegiatan kepanduan. Seragam juga menjadi identitas yang menumbuhkan rasa kebersamaan di antara anak-anak.

Ketika ribuan anak mengenakan seragam yang sama, mereka belajar mengenal kebersamaan dan menjadi bagian dari sebuah komunitas. Nilai tersebut dapat ditanamkan melalui pengalaman sederhana yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini.

Kegiatan Ceria Pandu Tunas Athfal Lamongan pun berlangsung semarak. Ribuan anak mengikuti berbagai aktivitas dengan suasana gembira. Para guru dan pendamping turut memberikan dukungan sehingga kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif dan menyenangkan.

Keterlibatan IGABA Lamongan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Pandu Tunas Athfal. Sinergi antara guru PAUD/TK ABA dan Kwartir Hizbul Wathan diharapkan dapat memperluas pelaksanaan kegiatan Tunas Athfal di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini.

Produksi seragam di tingkat daerah juga memberikan kemudahan bagi lembaga PAUD dan TK ABA yang ingin mengembangkan kegiatan Pandu Tunas Athfal. Selain nyaman digunakan, harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu memperluas penggunaannya.

Launching seragam di GOR Lamongan akhirnya bukan sekadar memperkenalkan pakaian baru. Momentum tersebut menjadi bagian dari langkah penguatan identitas Pandu Tunas Athfal sekaligus upaya menumbuhkan pengalaman kepanduan yang sesuai dengan dunia anak.

Dari keceriaan 2.000 anak di GOR Lamongan, semangat Pandu Tunas Athfal diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan pendidikan anak usia dini yang ceria, islami, mandiri, berkarakter, dan menyenangkan.

(Redaksi)