LAMONGAN lintasjatimnews – SMP Muhammadiyah 21 Brangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, menggelar perkemahan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) selama tiga hari, Selasa-Kamis (22-24/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan Desa Brangsi tersebut diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Perkemahan menjadi salah satu agenda pembinaan secara rutin bagi peserta didik yang diarahkan untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, sekaligus membentuk karakter siswa sebagai calon pemimpin masa depan.
Kepala SMP Muhammadiyah 21 Brangsi, Imaduddin Shobari, S.T., mengatakan kegiatan perkemahan Kepanduan HW tersebut dilaksanakan secara rutin dan pada tahun 2026 ini memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
“Perkemahan ini bertujuan melatih kedisiplinan, kemandirian, dan pembentukan karakter siswa sebagai calon pemimpin ke depan,” ujar Imaduddin Shobari yang akrab disapa Pak Didit.
Menurutnya, kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman berbeda bagi siswa dibandingkan pembelajaran di ruang kelas. Berbagai aktivitas selama perkemahan mendorong siswa untuk belajar mengatur diri, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 21 Brangsi, Ahsanuddin Jauhari, S.Pd., mengungkapkan bahwa perkemahan HW menjadi wahana pembelajaran bagi siswa untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan solidaritas dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islami.
“Perkemahan ini menjadi wahana pembelajaran kemandirian, kedisiplinan, memupuk rasa tanggung jawab serta solidaritas dengan nilai-nilai Islami bagi murid-murid SMP Muhammadiyah 21 Brangsi Laren,” ungkap Ahsanuddin Jauhari yang akrab dipanggil Pak Joe.
Menurutnya, kegiatan perkemahan juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menghadapi berbagai situasi secara langsung. Tidak semua kegiatan berjalan tanpa tantangan. Kondisi cuaca yang cukup berat selama pelaksanaan sempat membuat sejumlah siswa mengalami penurunan kondisi dan semangat.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia untuk melanjutkan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan.
“Meski banyak murid yang mengalami down karena kondisi saat pelaksanaan kemah dan cuaca yang ekstra, hal itu tidak menyurutkan semangat pelaksanaan perkemahan,” katanya.
Selama tiga hari perkemahan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan, termasuk perlombaan dan ketangkasan. Aktivitas tersebut dirancang untuk mengembangkan keberanian, kekompakan, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan bekerja sama antarsiswa.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman tentang kepanduan, tetapi juga belajar menghargai teman, mematuhi aturan, menyelesaikan tugas secara bersama-sama, serta membangun rasa percaya diri.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Kepanduan Hizbul Wathan yang menempatkan pembentukan karakter dan kepemimpinan sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.
Pelaksanaan perkemahan juga mendapat dukungan dari para wali murid yang tergabung dalam Ikatan Wali Murid (Ikwam) SMP Muhammadiyah 21 Brangsi.
Para wali murid turut membantu menyiapkan berbagai kebutuhan logistik selama kegiatan berlangsung. Dukungan tersebut menjadi bentuk keterlibatan orang tua dalam mendukung program pendidikan sekolah.
Keterlibatan Ikwam menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Sinergi antara sekolah, peserta didik, dan orang tua diperlukan agar kegiatan pembinaan siswa dapat berjalan dengan baik.
Ahsanuddin berharap pelaksanaan perkemahan HW pada masa mendatang dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pihak.
“Semoga perkemahan HW ke depannya bisa berkolaborasi dengan lembaga lain agar lebih meriah,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya membuat kegiatan semakin semarak, tetapi juga membuka lebih banyak ruang pembelajaran dan pengalaman bagi peserta didik.
Tiga hari berada di alam terbuka menjadi pengalaman tersendiri bagi siswa SMP Muhammadiyah 21 Brangsi Laren. Di tengah tantangan cuaca dan berbagai dinamika kegiatan, mereka belajar bahwa kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, solidaritas, dan kerja sama merupakan bekal penting untuk menghadapi kehidupan.
Melalui perkemahan Hizbul Wathan, sekolah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, berjiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter Fathurrahim Syuhadi









