LAMONGAN lintasjatimnews — Dosen STIT Muhammadiyah Paciran, Dr. Maftuhah, M.Pd., mengajak generasi muda untuk menjemput mimpi melalui perpaduan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan doa yang tulus. Hal itu ia sampaikan dalam refleksi bertajuk “Menjemput Mimpi dengan Ikhtiar dan Doa: Jalan Sunyi Menuju Sukses Sejati.” Rabu [29/4/2026]
Menurut Maftuhah, setiap anak lahir dengan mimpi yang beragam, mulai dari cita-cita menjadi guru, dokter, penulis, hingga pemimpin masa depan. Namun, ia menegaskan bahwa mimpi tidak akan terwujud tanpa usaha nyata. “Mimpi adalah cahaya yang harus dikejar dengan langkah, dijaga dengan kesabaran, dan diperkuat dengan keyakinan,” ujarnya.
Ia menyoroti fenomena zaman yang serba instan, di mana banyak anak muda ingin meraih kesuksesan secara cepat tanpa melalui proses. Padahal, lanjutnya, keberhasilan yang tampak di permukaan sering kali menyimpan perjuangan panjang yang tidak terlihat. “Tidak ada hasil tanpa ikhtiar. Semua membutuhkan proses yang konsisten,” tegasnya.
Menguatkan pandangannya, Maftuhah mengutip firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11 yang menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Ia mengingatkan bahwa mimpi besar harus diiringi langkah nyata, bukan sekadar angan-angan.
Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa kunci menuju kesuksesan. Pertama, memiliki tujuan yang jelas. Menurutnya, anak-anak perlu mengenali potensi diri, minat, dan arah hidup agar usaha yang dilakukan tidak kehilangan makna.
Kedua, membangun disiplin melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti belajar tekun dan mengelola waktu dengan baik.
Ketiga, ia mengajak generasi muda untuk tidak takut gagal. “Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Bahkan banyak tokoh besar ditempa oleh kegagalan,” jelas penulis produktif ini
Ia juga mengutip QS. An-Najm ayat 39 yang menegaskan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang diusahakannya.
Selain itu, lingkungan yang positif juga menjadi faktor penting. Dukungan dari teman, guru, dan keluarga akan memperkuat semangat dalam meraih mimpi.
Sebaliknya, lingkungan negatif dapat menghambat perkembangan dan menurunkan kepercayaan diri.
Tak kalah penting, Maftuhah menekankan peran doa dalam setiap usaha. Menurutnya, dalam Islam, ikhtiar dan doa adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Doa menjadi sumber kekuatan batin sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah Swt Ia pun mengutip QS. Al-Insyirah ayat 5–6 yang mengandung pesan optimisme bahwa setiap kesulitan selalu disertai kemudahan.
“Kesuksesan sejati bukan sekadar capaian materi, tetapi proses menjadi pribadi yang lebih baik,” tambah lulusan S3 UMM ini
Ia menegaskan bahwa anak yang berjuang dengan jujur, disiplin, dan penuh doa sejatinya telah berada di jalan sukses, meski hasilnya belum tampak saat ini.
Di akhir refleksinya, Maftuhah menyampaikan bahwa mimpi adalah amanah yang harus dijaga dengan kesungguhan dan keikhlasan. Ia mengajak generasi muda untuk terus melangkah meski dihadapkan pada lelah dan keraguan.
“Keberhasilan bukan milik mereka yang paling cepat, tetapi milik mereka yang tidak pernah berhenti berjalan,” pungkas penulis buku The Rahmatal Lil ‘Alamin Islamic Education Paradigm in Various Perspectives
Reporter Fathurrahim Syuhadi









