BANYUWANGI lintasjatimnews.com – Perum BULOG Kantor Cabang (Kancab) Banyuwangi secara proaktif memperluas fungsi institusionalnya, tidak hanya sebagai pengelola cadangan pangan nasional, tetapi juga sebagai pusat literasi edukatif bagi generasi muda. Dalam upaya menjembatani diskursus teoretis di kelas dengan realitas lapangan, Perum BULOG Banyuwangi menerima kunjungan edukatif dari 27 siswa dan 2 guru pendamping SMK 1 PGRI Banyuwangi untuk meninjau secara komprehensif rantai pasok ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.23/04/26
Pimpinan Cabang Perum BULOG Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, dalam pemaparannya menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan manifestasi nyata dalam mendukung visi Astacita Swasembada Pangan. Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mendalam mengenai kemandirian pangan melalui penguatan sektor pertanian dan optimalisasi distribusi logistik yang berkeadilan.
”Perum BULOG memegang peran strategis dalam ekosistem pangan nasional. Kami bertransformasi untuk memastikan penyerapan hasil produksi petani berjalan optimal serta menjamin stabilitas distribusi demi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Dwiana.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta didik dilibatkan dalam observasi lapangan yang mencakup berbagai tahapan krusial dalam manajemen pangan, antara lain:
Hilirisasi dan Pengolahan Pasca-Panen: Siswa mengamati langsung proses di Sentra Penggilingan Padi Banyuwangi, meliputi tahapan drying (pengeringan), milling (penggilingan), hingga packing (pengemasan) sesuai standar mutu komoditas unggulan.
Manajemen Pergudangan (Warehouse Management): Edukasi mengenai standar operasional prosedur (SOP) penerimaan, pemeliharaan kualitas stok, dan aspek preventif dalam menjaga integritas mutu beras selama masa penyimpanan.
Logistik dan Distribusi Pangan: Pemahaman mengenai alur distribusi logistik untuk memastikan keterjangkauan pangan di berbagai wilayah di Indonesia.
Banyuwangi terus memperkokoh posisinya sebagai lumbung pangan strategis. Dwiana mengungkapkan bahwa saat ini stok di BULOG Kancab Banyuwangi mencapai angka signifikan, yakni sebesar 127.000 ton. Kapasitas logistik yang masif ini tidak hanya dialokasikan untuk kebutuhan domestik Kabupaten Banyuwangi, tetapi juga berperan vital dalam menyuplai kebutuhan pangan ke wilayah lain, seperti Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, hingga Papua.
Melalui pendekatan eduwisata ini, diharapkan terjadi internalisasi nilai mengenai pentingnya ketahanan pangan di kalangan generasi Z. Transformasi dari pemahaman teoretis menuju pengalaman empiris di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kedaulatan pangan, serta memotivasi generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam sektor agrikultur dan manajemen pangan strategis di masa depan.
Reporter : Rio









