PONOROGO lintasjatimnews – Pada proyek pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III tahun 2026 kali ini Kodim 0802/Ponorogo mendapat empat titik lokasi pembangunan yang letaknya tersebar di empat Kecamatan di wilayah Kabupaten Ponorogo, Kamis (16/04/2026).
Adapun empat lokasi yang menjadi sasaran pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang merupakan program Pemerintah Pusat tersebut diantaranya : sasaran pertama ada di Kecamatan Dukuh Goran, Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.
Selanjutnya sasaran kedua ada di Sungai Kalisonggo Dukuh Glagahan, Desa Maguwan, Kecamatan Sambit, sasaran tiga terletak di sungai Sidowayah Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon dan satu lagi dibangun di Sungai Watu Putih Dukuh Gagakan, Desa Ngloning, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.
Sejak diadakan ground breaking, keempat sasaran tersebut pengerjaannya langsung dikebut oleh anggota Kodim 0802/Ponorogo bekerjasama dengan masyarakat dan beberapa unsur tekait termasuk perangkat desa yang ada di wilayah dibangunnya jembatan. Mereka bekerja keras penuh semangat dan gotong royong mengerjakan proyek yang diperuntukkan untuk masyarakat tersebut.
Berikut progres / capaian pada empat titik pembangunan infrastruktur strategis pemerintah tersebut sesuai yang dilaporkan petugas lapangan dan berhasil dihimpun Media Center 0802. Titik pertama di Desa / Kecamatan Bungkal progresnya sudah mencapai 42,07 %. Kedua di Desa Maguwan Kecamatan Sambit mencapai 39,69 %, ketiga di Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon mencapai 39,41 % dan selanjutnya yang keempat di Desa Nlgoning Kecamatan Slahung progresnya mencapai 10,83 %.
Sebagaimana disampaikan Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS pada saat ground breaking akhri bulan lalu bahwa proyek infrastruktur strategis pemerintah yang didukung penuh TNI AD tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pemerataan akses fisik.
Dikatakan juga bahwa adanya proyek tersebut merupakan salah satu bukti bahwa adanya Negara hadir untuk rakyat dalam memberikan solusi bagi percepatan perputaran ekonomi, mempermudah aksesibilitas di pelosok yang memang selama ini sulit dijangkau.
(Zaenuri)









