SURABAYA lintasjatimnews – Hidup tak selalu mudah. Terus melangkah, meski perlahan. Karena setiap langkahmu bernilai di hadapan Allah Swt.
Hidup ini bukanlah perlombaan siapa yang paling cepat sampai. Bukan juga ajang pamer siapa yang lebih dulu sukses.
Hidup adalah perjalanan panjang, penuh liku, tanjakan curam, jalan licin, dan kadang jalan buntu. Dalam setiap ujian itu, ada satu hal penting yang patut kita pegang erat : Teruslah melangkah, meski perlahan.
Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’anul Karim “Dan sesungguhnya Kami akan benar-benar menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu (QS. Muhammad : 31)
Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Ada yang cepat meraih cita-cita, ada yang lambat, dan ada pula yang harus jatuh berkali-kali sebelum mampu bangkit kembali. Tidak mengapa.
Yang penting bukan seberapa cepat kamu sampai, tetapi seberapa konsisten kamu bertahan. Karena dalam hidup ini, bukan kecepa tan yang menentukan keberhasilan,
Barangsiapa bersabar, Allah akan menjadikannya sabar. Dan tidak ada suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran (HR. Bukhari dan Muslim)
Tak semua yang kita rencanakan akan berjalan sesuai harapan. Kadang kita sudah berusaha, tetapi gagal. Sudah menjaga, tapi tetap kehilangan. Sudah tulus memberi, tapi justru dikhianati.
Di titik itu, semangat bisa runtuh dan harapan terasa pudar.
Namun, ingatlah semua orang punya ujiannya masing-masing. Apa yang kita alami bukanlah bentuk kegagalan hidup, melainkan bagian dari proses pendewasaan.
Kita tidak bisa menghindar dari kenyataan pahit, tapi kita bisa memilih untuk tidak berhenti. Kita bisa memilih untuk tetap melangkah. “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah : 6)
Banyak orang merasa rendah diri karena membandingkan dirinya dengan orang lain. Melihat teman-teman yang sudah melangkah jauh, lalu merasa kecil dan tertinggal.
Tapi, mari kita ingat: Setiap orang punya jalannya sendiri. Apa yang tampak cepat belum tentu kuat, dan yang lambat belum tentu gagal.
Langkah kecilmu hari ini, betapapun lambatnya, tetaplah sebuah kemajuan. Bahkan dalam pandangan Allah, amal yang terus dilakukan secara konsisten lebih dicintai-Nya.
Amal yang paling dicintai Allah Swt adalah yang terus-menerus meskipun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan remehkan kekuatan dari langkah perlahan. Karena orang yang terus berjalan meski pelan akan tetap melampaui mereka yang berhenti di tengah jalan.
Jangan berhenti hanya karena kamu lelah. Berhentilah hanya ketika kamu telah sampai. Tidak apa-apa melambat, asalkan tidak menyerah. Langkah kecil hari ini lebih baik daripada diam dalam keraguan
Teruslah melangkah. Karena setiap langkahmu, sekecil apa pun, mendekatkanmu pada takdir terbaik yang Allah Swt siapkan.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









