SURABAYA lintasjatimnews – Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan hanya mengejar dunia. Waktu kita terbatas, dan setiap hari adalah peluang untuk kembali fokus pada tujuan utama hidup yakni beribadah kepada Allah dan menggapai ridha-Nya.
Setiap kali dunia terasa melalaikanmu, sibukkan dirimu dengan zikir. Setiap kali hatimu mulai condong pada dunia, perbanyak istighfar.
Dan setiap kali kau merasa dunia lebih penting dari akhirat, bisikkan pada dirimu “Jangan sampai aku gagal di dunia, lalu gagal pula di akhirat hanya karena dunia yang fana ini.
Dalam gemerlap dunia yang penuh godaan, tak sedikit hati yang terseret, pikiran yang teralihkan, dan jiwa yang terlalaikan.
Dunia sering kali membuat kita lupa arah. Harta, jabatan, kenyamanan, dan popularitas bisa menjadi tirai tebal yang menutupi pandangan kita terhadap akhirat.
Di tengah hiruk-pikuk itu, penting bagi seorang mukmin untuk mengingatkan dirinya “Jangan sampai aku gagal di dunia, lalu gagal pula di akhirat—hanya karena dunia yang fana ini.”
Peringatan ini bukan sekadar kata, tapi alarm spiritual yang menyadarkan bahwa hidup bukan hanya tentang hari ini, tapi juga tentang kehidupan yang abadi setelah kematian.
Kalimat motivasi berikut patut direnungkan “Dunia ini ibarat bayangan, jika kau kejar ia akan lari, tapi jika kau abaikan karena Allah, ia akan mendatangimu dalam ridha-Nya.”
Allah Swt berfirman “Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia itu tidak dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.(QS. Hud : 15-16)
Ayat ini menjadi teguran keras bagi siapa pun yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama, tanpa menyiapkan bekal akhirat. Dunia memang bisa menghadirkan kesenangan, tetapi semua itu hanya sementara.
Tidak salah mencari dunia, tapi akan sangat merugi bila dunia menjadikan kita lupa pada Allah dan akhirat. Rasulullah Saw juga mengingatkan “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir (HR. Muslim)
Bagi orang beriman, dunia ini penuh ujian. Kita harus menahan diri dari kesenangan yang menipu, dari kebebasan yang melalaikan, dan dari kenikmatan yang menjauhkan kita dari Allah. Dunia bukan tujuan, tapi tempat persiapan. Jangan biarkan ia membuat kita lalai.
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia (QS. Al-Qashash: 77)
Ayat ini menjadi pedoman seimbang: ambillah bagianmu di dunia, tapi jangan lupakan akhirat. Jangan biarkan dunia yang fana ini menjadi alasan kegagalan kita di dua alam sekaligus.
Ingatlah, yang paling rugi adalah mereka yang sibuk mengejar dunia, tapi lupa bahwa hidup ini hanya sementara. Jangan tertipu oleh dunia, hingga menggadaikan kehidupan yang kekal.
Penulis Fathurrahim Syuhadi









