SURABAYA lintasjatimnews.com – Kemuliaan bukan tentang siapa kamu di mata manusia, tapi tentang seberapa besar amalmu di mata Tuhanmu. Kemuliaan sejati bukan dari apa yang kamu miliki, tapi dari apa yang kamu beri dan perbuat karena Allah
Setiap insan tentu menginginkan kehidupan yang bermakna dan mulia, baik di mata manusia, terlebih lagi di sisi Allah Swt. Namun, kemuliaan sejati tidak diraih hanya dengan gelar, kekayaan, atau pengaruh.
Kemuliaan hakiki adalah anugerah dari Allah kepada hamba-Nya yang beriman dan beramal shalih.
Allah Swt. Berfirman “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkan-Nya (QS. Fathir: 10)
Ayat ini menjelaskan bahwa semua bentuk kemuliaan berada di tangan Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu memuliakan dirinya tanpa izin-Nya. Amal shalih dan ucapan yang baik adalah sebab utama naiknya derajat seorang hamba di sisi Allah.
Kemuliaan bukan tentang pencitraan, melainkan tentang hati yang ikhlas dan amal yang nyata. Rasulullah bersabda “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan hartamu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal perbuatanmu (HR. Muslim, no. 2564)
Hadis ini menegaskan bahwa ukuran kemuliaan menurut Allah bukanlah penampilan fisik atau status sosial, tetapi ketulusan hati dan amal yang dikerjakan.
Maka orang yang secara lahiriah tampak biasa saja, bisa menjadi mulia di sisi Allah karena amal shalih dan ketakwaannya.
Amal shalih meliputi segala bentuk kebaikan: menunaikan salat, memberi sedekah, menolong sesama, berbuat adil, berdakwah, hingga tersenyum kepada saudara pun bernilai ibadah jika dilakukan karena Allah.
Difirmankan Allah Swt “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk (QS. Al-Bayyinah : 7)
Maka jika engkau menginginkan derajat tinggi, kejayaan hidup, dan nama baik yang abadi, bukan kepada dunia tempat bersandar, tetapi kepada Allah tempat berharap.
Bersungguh-sungguhlah dalam amal, karena “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat (QS. Al-Mujadilah: 11)
Sungguh, Dialah yang mengangkat kedudukan seorang hamba. Bukan dunia. Bukan manusia. Maka beramallah !
Kemuliaan yang hakiki lahir dari konsistensi dalam amal shalih. Bahkan amal-amal sederhana seperti senyum yang tulus, membantu orang lain, atau berkata baik, semuanya tercatat sebagai bentuk ibadah yang mengangkat derajat di sisi Allah.
Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang jika melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (tepat, baik, dan sungguh-sungguh) (HR. Baihaqi)
Penulis Fathurrahim Syuhadi








