SURABAYA lintasjatimnews – Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur.
Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah tahunan, tetapi juga saat terbaik untuk melakukan pembaruan diri, penguatan karakter, dan peningkatan kualitas kepemimpinan spiritual kader-kader pandu.
Dalam keterangannya, Ramanda Fathurrahim menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani yang sangat relevan dengan semangat kepanduan.
“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita ditempa menjadi pribadi yang disiplin, sabar, jujur, dan peduli. Nilai-nilai itu sejalan dengan prinsip dasar kepanduan Hizbul Wathan,” ujarnya.
Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun generasi pandu yang berintegritas dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.
Ramanda Fathurrahim juga mengingatkan hadis Rasulullah Saw “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan (kepada Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menurutnya, hadis tersebut memberikan motivasi kuat bagi seluruh anggota Hizbul Wathan untuk menjalani Ramadhan dengan niat yang tulus dan penuh kesungguhan.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk perilaku yang merusak akhlak. Inilah latihan karakter sejati bagi seorang pandu,” tegas anggota Dewan Pendidikan Lamongan ini
Sebagai organisasi otonom di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di bidang kepanduan, Hizbul Wathan memiliki tanggung jawab besar dalam membina generasi muda. Ramanda Fathurrahim mengajak seluruh Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, hingga Qabilah di sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk menghidupkan Ramadhan dengan kegiatan positif seperti memakmurkan masjid, pesantren Ramadhan, bakti sosial, berbagi takjil, tadarus Al-Qur’an, dan penguatan literasi keislaman.
“Ramadhan harus menjadi momentum konsolidasi gerakan. Kita ingin kader Hizbul Wathan tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Pandu sejati adalah mereka yang siap memimpin dan siap menginspirasi,” ungkapnya penuh semangat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan semangat gotong royong. Dalam suasana Ramadhan. Menurutnya, seluruh elemen kepanduan harus memperkuat solidaritas dan memperbanyak amal kebajikan.
“Rasulullah Saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Semangat berbagi harus menjadi karakter dasar setiap kader Hizbul Wathan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ramanda Fathurrahim berharap Ramadhan tahun ini menjadi titik kebangkitan moral generasi muda. Di tengah arus digitalisasi dan tantangan global, Ramadhan harus dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus transformasi.
“Kita ingin kader-kader Hizbul Wathan Jawa Timur menjadi pelopor kebaikan di masjid, sekolah, di masyarakat, dan di dunia digital. Ramadhan adalah awal perubahan itu,” ujar Wakil Ketua LPCR PM PWM Jatim ini
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh anggota Hizbul Wathan Jawa Timur untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, penuh kegembiraan, dan tekad kuat untuk meningkatkan kualitas ibadah. “Mari kita jadikan Ramadhan sebagai titik tolak memperbaiki diri dan memperkuat komitmen pengabdian.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa,” pungkasnya.
(Redaksi)








