LAMONGAN lintasjatimnews – Semangat kemandirian ekonomi diSemangat kemandirian ekonomi di kalangan anak muda kembali digaungkan oleh Wagianto, Owner Andhika Digital Printing dan bimbel SCH (Student Care House). Sosok yang pernah menjadi Nomine Duta Bahasa Jawa Timur tahun 2016 ini menegaskan pentingnya kesiapan finansial
Sosok yang pernah menjadi Nomine Duta Bahasa Jawa Timur tahun 2016 ini menegaskan pentingnya kesiapan finansial sebagai fondasi masa depan generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.
Menurut Wagianto, ada tiga kata kunci yang wajib dimiliki oleh kaum muda saat ini: energic, inspiratif, dan solutif. Ketiganya bukan sekadar slogan, melainkan tiang penyangga untuk menghadapi perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
“Tiga kata yang harus ada pada kaum muda adalah energic, inspiratif, dan solutif. Kenapa? Karena ketiga aspek tersebut adalah tiang untuk menopang perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang mau tidak mau harus kita hadapi,” ujarnya saat ditemui di sela aktivitas usahanya.
Ia menjelaskan, masa muda adalah fase emas ketika energi masih melimpah dan daya belajar berada pada titik optimal. Pada fase ini, anak muda memiliki peluang besar untuk mengubah pola pikir, memperluas wawasan, serta menentukan arah hidup yang lebih terencana.
“Masa muda merupakan masa di mana energi masih penuh. Di situlah momentum terbaik untuk belajar, mendalami perubahan pola pikir, dan menentukan langkah masa depan demi mencapai target kehidupan, termasuk finansial yang mapan,” tambahnya.
Bagi Wagianto, pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kemandirian ekonomi. Pendidikan bukan hanya soal gelar, melainkan proses membentuk cara berpikir yang lebih terbuka dan solutif dalam menghadapi persoalan hidup. Dengan wawasan yang luas, anak muda akan lebih siap membaca peluang dan menciptakan solusi.
Ia juga menekankan pentingnya mengenali dan menganalisis keterampilan (skill) yang dimiliki sejak dini. Setiap individu, menurutnya, memiliki potensi unik yang dapat dikembangkan sebagai penunjang finansial di masa depan.
“Pemuda harus mampu menganalisis skill yang dimiliki agar bisa dikembangkan menjadi sarana penunjang finansial. Skill apa pun itu, jika ditekuni dan dikombinasikan dengan kemampuan membaca peluang, insyaAllah akan mengantarkan pada kesuksesan, termasuk finansial freedom di usia relatif muda,” tegasnya.
Di era digitalisasi seperti sekarang, peluang terbuka sangat lebar. Anak muda tidak lagi terpaku pada pilihan menjadi aparatur negara atau pegawai kantoran semata. Dunia bisnis digital, industri kreatif, hingga profesi content creator memberikan ruang luas untuk berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melek finansial tidak harus menjadi abdi negara. Banyak peluang di era digital, mulai dari bisnis digital sampai content creator. Tidak hanya menghasilkan cuan, tapi juga bisa memberikan manfaat agar followers memiliki pola pikir dan kehidupan yang lebih berdaya melalui skill yang dimiliki,” jelasnya.
Sebagai pengusaha muda yang bergerak di bidang digital printing dan pendidikan, Wagianto melihat langsung bagaimana kreativitas dan keberanian mengambil peluang dapat mengubah keadaan ekonomi seseorang. Ia berharap generasi muda tidak sekadar menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi menjadi pelaku aktif yang menciptakan nilai tambah.
“Dengan semangat energic, sikap inspiratif, dan kemampuan solutif, anak muda diyakini mampu membangun kemandirian ekonomi sejak dini. Kesiapan finansial bukan hanya soal kekayaan, tetapi tentang kemandirian, keberdayaan, dan kemampuan memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar,” pungkas ayah dari M. Zaidan Ibrahim
Reporter Fathurrahim Syuhadi








