Olimpiade Ahmad Dahlan Dorong Prestasi Sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Olimpiade Ahmad Dahlan (OAD) jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan dinilai memiliki peran strategis dalam mengangkat prestasi dan mutu sekolah/madrasah Muhammadiyah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga sarana pembinaan karakter, penguatan budaya unggul, serta peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.

Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan, M. Luthfillah, M.Ag., menegaskan bahwa OAD merupakan ikhtiar penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada prestasi dan kualitas. Menurutnya, OAD telah menjadi salah satu indikator keberhasilan sekolah dan madrasah dalam mengelola proses pembelajaran yang bermutu, Ahad (1/2/2026)

“Olimpiade Ahmad Dahlan bukan sekadar lomba, tetapi instrumen pembinaan yang mendorong sekolah untuk terus meningkatkan kualitas akademik, manajerial, dan pembinaan peserta didik,” ujar M. Luthfillah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa OAD memiliki dampak langsung terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Melalui kompetisi yang sehat, siswa terdorong untuk belajar lebih giat, disiplin, dan percaya diri. Kesempatan berkompetisi dengan siswa dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan menjadi pengalaman berharga dalam membangun mental juara.

“OAD melatih siswa untuk siap bersaing secara sehat. Dari sini tumbuh semangat belajar, ketekunan, dan keberanian untuk tampil maksimal,” tambah ASN Kemenag Lamongan ini

Selain itu, OAD juga berperan penting dalam mengidentifikasi bakat dan potensi siswa sejak dini. Dengan pemetaan kemampuan yang jelas, sekolah dapat memberikan pendampingan lanjutan secara lebih terarah. Pembinaan berkelanjutan terhadap siswa berprestasi menjadi modal penting dalam mencetak kader unggul Muhammadiyah di masa depan.

Tak hanya berdampak pada siswa, pelaksanaan OAD juga mendorong peningkatan kualitas guru. Guru dituntut untuk mempersiapkan materi, strategi pembelajaran, serta pendampingan yang lebih intensif. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan profesionalisme guru dan budaya belajar di kalangan pendidik.

“Guru ikut terdorong untuk terus belajar dan berinovasi. OAD menjadi pemantik lahirnya guru-guru pembelajar yang adaptif terhadap tantangan zaman,” ungkap guru berprestasi tingkat nasional ini

Dari sisi kelembagaan, prestasi yang diraih dalam OAD turut meningkatkan reputasi sekolah dan madrasah Muhammadiyah di mata masyarakat. Prestasi akademik menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua dalam memilih lembaga pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Menutup keterangannya, M. Luthfillah berharap seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Lamongan memberikan dukungan penuh terhadap OAD. “Dengan komitmen bersama, OAD akan menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan,” pungkasnya

Reporter Fathurrahim Syuhadi