​Pererat Kemitraan Strategis, Kalapas Warungkiara dan Ketum FPII Duduk Bersama Kawal Transparansi Lapas

Listen to this article

SUKABUMI lintasjatimnews – Suasana Aula Saharjo Gedung I Lapas Kelas IIA Warungkiara tampak berbeda pada Sabtu (24/1) yang lalu. (27/1/26).

Di tengah agenda krusial Pisah Sambut Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, memberikan penyambutan istimewa kepada tokoh pers nasional, Dra. Kasihati, Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII).

​Kehadiran sosok yang akrab disapa Bunda Kasihati ini disambut langsung oleh Kalapas dengan penuh kehangatan dan penghormatan. Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kuatnya sinergi antara otoritas pemasyarakatan dengan dunia pers dalam mengawal keterbukaan informasi publik.

Dalam sambutannya, Dra. Kasihati memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan yang ditunjukkan oleh jajaran Lapas Warungkiara. Ia menegaskan bahwa Lapas Warungkiara merupakan potret nyata lembaga yang berani membuka diri untuk diawasi dan didukung oleh masyarakat.

​”Kita melihat Lapas Warungkiara sebagai contoh nyata bagaimana lembaga bisa membuka diri. Transparansi yang dibangun di sini adalah jembatan kepercayaan yang sesungguhnya antara instansi dan masyarakat,” ujar Kasihati dengan nada emosional dan penuh kebanggaan.

Kalapas Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, dalam balasan sambutannya menegaskan bahwa kehadiran FPII di tengah-tengah acara internal Lapas adalah kehormatan tersendiri. Baginya, pers adalah mitra mata dan telinga masyarakat yang membantu Lapas dalam menjalankan fungsi pembinaan secara humanis.

​”Kehadiran Bunda Kasihati (Ketum FPII) adalah suntikan semangat bagi kami. Ini membuktikan bahwa kami tidak bekerja sendiri. Sinergi ini memastikan bahwa setiap langkah pengamanan yang dilakukan oleh KPLP baru, saudara Ibnu Wibowo, tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan martabat manusia,” tegas Kalapas.

Acara yang menjadi tindak lanjut dari Surat Sekjen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI ini menandai penyerahan tongkat estafet dari Tommy Virgous, A.Md.IP., S.H. kepada Ibnu Wibowo, A.Md.P., S.H.

​Penyambutan istimewa terhadap Ketum FPII ini dipandang oleh banyak pihak sebagai preseden positif di mana lembaga pemasyarakatan kini semakin modern, inklusif, dan menjunjung tinggi profesionalisme melalui kolaborasi lintas sektoral.

​Acara ditutup dengan ramah tamah yang memperlihatkan kedekatan emosional antara pejabat lapas, tokoh pers, dan perwakilan masyarakat setempat, mempertegas komitmen Lapas Warungkiara untuk menjadi zona integritas yang bersih dan melayani.

(Eric)