LAMONGAN lintasjatimnews – Kegiatan sosialisasi promosi yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Munawwaroh Brondong berlangsung dalam suasana hangat dan penuh makna, Selasa (27/1/2026)
Kehadiran tim promosi tidak sekadar menjadi agenda penyampaian informasi, tetapi juga menjelma sebagai ruang silaturahmi yang sarat nilai kebersamaan, keterbukaan, dan semangat kolaborasi dalam dunia pendidikan serta dakwah.
Tim promosi disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Munawwaroh, Pak Yai Ustaz Hasan, didampingi Bu Nyai Umi. Sambutan penuh keakraban tersebut mencerminkan kearifan pesantren dalam membaca dinamika zaman tanpa harus kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman yang selama ini dijaga dengan kuat.
Dalam sambutannya, KH Hasan Al Banna menegaskan bahwa promosi tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang semata-mata bersifat duniawi. Menurut beliau, promosi dapat menjadi bagian dari ikhtiar dakwah apabila dilakukan dengan niat yang lurus dan tujuan yang baik.
“Promosi itu bukan hanya soal mengenalkan lembaga atau program, tetapi bisa menjadi jalan untuk memperluas manfaat. Selama niatnya untuk kebaikan umat dan dilakukan dengan cara yang benar, pesantren tidak perlu alergi terhadap promosi,” ujar Kyai Hasan Al Banna
Pandangan tersebut menunjukkan sikap terbuka pesantren terhadap berbagai bentuk kerja sama dan inovasi, selama tetap berpijak pada prinsip kemaslahatan dan nilai-nilai akhlak. Pesantren, menurut beliau, harus mampu menjadi bagian dari solusi di tengah perubahan zaman.
Sementara itu, Bu Nyai Umi memberikan penekanan pada aspek etika dan adab dalam setiap kegiatan promosi. Dengan tutur kata lembut dan penuh keteduhan, beliau mengingatkan pentingnya kejujuran serta niat yang bersih dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Promosi yang baik bukan hanya menyampaikan keunggulan, tetapi juga menjaga adab, kejujuran, dan etika. Jika caranya baik, insyaallah hasilnya pun membawa keberkahan,” tutur Bu Nyai Umi.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari para santri dan pengurus pondok. Antusiasme tampak dari dialog yang berlangsung secara interaktif dan dua arah. Suasana diskusi terasa hidup, jauh dari kesan formal dan kaku. Pesantren benar-benar menjadi ruang belajar bersama, tempat bertemunya gagasan, pengalaman, dan harapan.
Selama ini, pesantren kerap dipersepsikan sebagai lembaga yang tertutup dan eksklusif. Namun, pengalaman sosialisasi di Pondok Al Munawwaroh Brondong justru mematahkan anggapan tersebut.
Sambutan hangat dari Pak Yai dan Bu Nyai menjadi bukti bahwa pesantren siap menjadi mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai positif melalui pendekatan yang bijak dan humanis.
Kegiatan ini juga menjadi contoh bahwa hubungan harmonis antara pesantren dan pihak luar dapat terjalin dengan baik apabila dilandasi niat tulus dan saling menghargai. Kepercayaan yang diberikan oleh pengasuh pondok merupakan amanah yang perlu dijaga dan dikembangkan.
Pada akhirnya, sosialisasi promosi di Pondok Al Munawwaroh Brondong tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga menumbuhkan harapan akan terwujudnya sinergi antara tradisi dan inovasi. Sebuah ikhtiar bersama demi masa depan pendidikan dan dakwah yang lebih inklusif, bermakna, dan penuh berkah.
Reporter Fathurrahim Syuhadi








