Dukung Ekonomi Warga, BBK Manyar Sabrangan VI Dorong Digitalisasi Usaha Lokal Melalui Pendampingan Klinik UMKM

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Dukung ekonomi warga, Bimbingan Belajar Komunitas (BBK) 7 Manyar Sabrangan VI Universitas Airlangga (UNAIR) turut mendorong digitalisasi usaha lokal melalui pendampingan program unggulan “Klinik UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)”.

Kegiatan pendampingan yang berlangsung secara intensif selama dua pekan, dimulai sejak tanggal 11 hingga 25 Januari 2026, ini menyasar para pelaku usaha di wilayah RW 12, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.

Program ini dirancang sebagai wujud dukungan terhadap percepatan “Sustainable Development Goals” (SDGs) poin ke-8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).

Mahasiswa berupaya menjembatani kesenjangan digital dan branding yang kerap menjadi kendala bagi usaha skala mikro.

Dalam tahap awal, mahasiswa melakukan pemetaan terhadap 20 pelaku usaha. Melalui pendekatan persuasif, terpilih 12 unit UMKM dari 9 orang pemilik yang bersedia mengikuti pendampingan intensif.

Beberapa pelaku usaha diketahui memiliki lebih dari satu lini bisnis, sehingga pendampingan dilakukan secara menyeluruh untuk setiap unit usahanya.

Intervensi yang dilakukan mahasiswa mencakup dua aspek utama, yakni “branding visual” dan “digitalisasi system”. Di sisi visual, mahasiswa memfasilitasi pembuatan 8 logo usaha, 4 desain banner, 2 desain daftar menu, dan 1 plang nama toko untuk meningkatkan daya tarik produk.

Sementara itu, untuk memperluas jangkauan pasar, mahasiswa membantu proses aktivasi platform digital. Hasilnya, 3 titik lokasi usaha baru kini terdaftar di Google Maps, 2 UMKM telah mengadopsi sistem pembayaran non-tunai (QRIS), dan 3 usaha berhasil didaftarkan ke layanan pesan antar daring (food delivery).

Respons positif datang dari para pelaku usaha, salah satunya Yono, pemilik usaha Nasi Pecel. Ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang memberikan solusi nyata bagi kendala teknis yang selama ini dihadapinya.

“Sangat membantu. Diharapkan lebih inovatif lagi ya, Kak. Agar kedepannya tetap semangat terus dalam memberikan wadah pengaplikasian era digital dalam UKM di masyarakat. Semoga sukses selalu dan bisa membantu UMKM yang lainnya lagi,” ujar Yono.

Melalui Klinik UMKM, mahasiswa BBK berharap para pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi mampu meningkatkan daya saing pasar. Sinergi antara mahasiswa dan warga ini diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan.

Reporter: Winarto