Direktur PENS dan Pemerintah Swiss Teken Kerja sama Pengembangan SDM Bidang Energi Terbarukan

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Arif Irwansyah menanda tangani dokumen kerja sama dengan Pemerintah Swiss, melalui Team Leader Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD), Dian Elvira Rosa, di Ballroom Mandarin Oriental Jakarta, Rabu (21/1/2026). 

Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini bersamaan dengan peluncuran Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase 2. 

Selain PENS, terdapat 9 Politeknik lainnya di Indonesia yang juga ikut bekerja sama dalam program RESD Turut hadir menyaksikan penanda tanganan ini, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste dan ASEAN, Olivier Zehnder, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Khoirul Munadi. 

Menurut beliau, bentuk implementasi kerja sama yang akan dilaksanakan ke depan dengan Pemerintah Swiss berkaitan dengan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Sarjana Terapan terampil di bidang Renewable Energy.

“Kontribusi PENS menyiapkan program studi yang mengakomodasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan konsentrasi Energi Terbarukan. Selain itu kami juga perlu menyiapkan sarananya seperti laboratorium, bahan ajar dan tentunya SDM Dosen yang berkompeten sehingga menghasilkan luaran, lulusan Sarjana Terapan Unggul bidang Konsentrasi Energi Terbarukan,” kata Arif melalui saluran telepon.

Arif melanjutkan jika kerja sama ini memiliki nilai strategis ke depannya. Sejalan dengan arahan pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi. Nilai kerja sama ini berkisar 3 Milyar, yaitu 2 Milyar dana Pemerintah Swiss dan 1 Milyar dari Kemendiktisaintek, berupa dana revitalisasi laboratorium. Bantuan dana kerja sama ini akan diserahkan dalam bentuk Penyiapan Laboratorium beserta peralatannya,  kegiatan workshop serta kegiatan penyiapan kompetensi SDM Dosen yang kompeten.

Meski bantuan ini diimplementasikan multiyear (sejak tahun 2026 hingga 2028, red.), namun Arif meyakini kerja sama ini akan menjadi langkah lanjutan penguatan sektor energi yang pastinya membawa dampak positif bagi pengembangan PENS ke depannya.

Sebagai mana diketahui, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) yang bekerja sama dengan Swiss State for Secretariat for Economic Affairs SECO melalui Renewable Energy Skills Development (RESD) Project ini berupaya mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung transisi energi Indonesia menuju net zero emission 2060. Dan, Proyek RESD ini telah berjalan sejak Desember 2020 dan kini telah memasuki pelaksanaan tahap kedua dengan penandatanganan Pengaturan Proyek RESD Fase 2 antara BPSDM ESDM dan SECO pada 2 Oktober 2025.

Reporter: ahmadh