BBK 7 Manyar Sabrangan V Gelar Edukasi Dapur Hidup untuk Optimalisasi Lahan Sempit

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Manyar Sabrangan V menggelar edukasi Dapur Hidup untuk optimalisasi lahan sempit yang sekaligus mendukung SDGs 11, Sabtu (10/01/2026).
Keterbatasan ruang di kawasan perkotaan tentunya tidak menjadi hambatan untuk melakukan kegiatan produktif.

Dengan kondisi tersebut, mahasiswa KKN BBK 7 Manyar Sabrangan V Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Dapur Hidup” sebagai upaya memanfaatkan lahan sempit agar dapat digunakan untuk menanam tanaman dapur yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus mendukung SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pemanfaatan ruang terbatas secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan Viky Dwi Saputro, S.Kom., pemilik Rumah Bibit Tanaman Sidoarjo, sebagai narasumber.
Ia menyampaikan materi mengenai konsep hidup, teknik penanaman tanaman cabai dalam pot, serta cara perawatan yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal meskipun ditanam di lahan terbatas. Hasil akhir dari kegiatan ini, tanaman akan dibawa pulang oleh warga agar bisa dirawat di kediaman masing-masing.

Program Edukasi Dapur Hidup diselenggarakan oleh mahasiswa BBK 7 Manyar Sabrangan dan dilaksanakan di RW 4 Kelurahan Manyar Sabrangan pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta yang merupakan perwakilan warga setempat. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari penyampaian materi, praktik penanaman tanaman, hingga sesi diskusi interaktif.

Dilaksanakannya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan ruang terbatas di sekitar rumah agar dapat digunakan untuk menanam tanaman dapur yang bernilai guna.

Edukasi Dapur Hidup difokuskan pada pemberian materi serta praktik langsung penanaman tanaman cabai dalam pot, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas dapur yang sering digunakan dalam aktivitas memasak sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, warga diharapkan mampu mengoptimalkan lahan sempit secara efektif dan produktif sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Melalui kegiatan Edukasi Dapur Hidup, diharapkan warga RW 4 Manyar Sabrangan dapat menerapkan penanaman tanaman dapur secara mandiri di rumah masing-masing sebagai langkah kecil dalam mendukung terwujudnya lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Reporter: Winarto