SURABAYA lintasjatimnews – Momentum peringatan Hari Ibu menjadi ruang refleksi penting bagi Kepanduan Hizbul Wathan (HW) untuk kembali menegaskan peran strategis ibu dalam membentuk karakter generasi bangsa. Bagi Hizbul Wathan, ibu bukan hanya sosok pengasuh dalam keluarga, melainkan madrasah pertama yang menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, kedisiplinan, dan tanggung jawab sejak usia dini.
Dalam pandangan Hizbul Wathan, karakter anak tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari keteladanan yang terus-menerus diberikan oleh seorang ibu. Sikap, tutur kata, cara berpikir, serta kesabaran ibu dalam mendidik menjadi fondasi utama kepribadian anak. Dari rahim pendidikan seorang ibu, lahir generasi yang kelak menentukan arah masa depan bangsa—apakah menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah, atau sebaliknya.
Sejalan dengan peran tersebut, Kepanduan Hizbul Wathan hadir sebagai wahana pendidikan karakter yang terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan. Gerakan kepanduan ini menanamkan nilai-nilai luhur melalui pengamalan 10 Pasal Undang-Undang Hizbul Wathan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi diterapkan secara nyata dalam setiap aktivitas kepanduan.
Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai pembiasaan, antara lain penanaman keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, pembentukan karakter disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, penguatan rasa cinta tanah air dan kepedulian sosial, serta pengembangan kemandirian, kepemimpinan, dan semangat berkhidmat untuk umat dan bangsa. Semua nilai ini selaras dengan pendidikan yang pertama kali ditanamkan oleh seorang ibu di lingkungan keluarga.
Hizbul Wathan juga memberikan perhatian serius terhadap pembinaan akhlak mulia seluruh anggota pandu, mulai dari Tunas Athfal, Athfal, Pengenal, Penghela, hingga Penuntun. Tidak hanya peserta didik, anggota dewasa, pimpinan, dan pelatih pun dituntut untuk menjaga perilaku dan keteladanan agar tetap mencerminkan nilai-nilai luhur kepanduan Hizbul Wathan.
Dalam konteks Hari Ibu, Hizbul Wathan memandang bahwa memuliakan ibu merupakan kewajiban moral dan spiritual setiap pandu.
Menghormati, mendoakan, dan berbakti kepada ibu bukan sekadar norma sosial, tetapi merupakan wujud ibadah serta indikator keberhasilan pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini.
Wakil Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur Maharti Rahayuningtyas menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu harus dimaknai lebih dalam oleh seluruh pandu Hizbul Wathan.
“Hari Ibu bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi bagi kita semua untuk menyadari bahwa pendidikan karakter yang kuat selalu berakar dari keluarga, dan ibu adalah pendidik utama yang tidak tergantikan,” ujar mantan Kepala Sekolah ini
Ia menambahkan, “Keberhasilan pendidikan kepanduan Hizbul Wathan sangat ditentukan oleh sinergi antara keluarga—terutama peran ibu—dengan gerakan kepanduan. Dari sinergi inilah akan lahir generasi pandu yang berakhlak mulia, berkarakter unggul, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan persyarikatan.”
“Melalui peringatan Hari Ibu ini, Hizbul Wathan meneguhkan komitmennya untuk terus berjalan bersama para ibu, sebagai pilar utama pembentuk karakter dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa,” pungkas Pelatih Nasional ini
Reporter Fathurrahim Syuhadi









