MIN 2 Lamongan Selenggarakan ASAS Tahun Ajaran 2025/2026

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Lamongan melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini dimulai tanggal 29 Nopember 2025 sampai 06 Desember 2025.

Sebelum pelaksanaan ASAS pada tanggal 24 Nopember 2025 sampai 25 Nopember 2025 dilaksanakan Ujian Kenaikan Jilid Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)

Asesmen Sumatif Akhir Semester MI Negeri 2 Lamongan dengan menggunakan Computer Based Test (tes berbasis komputer), dari kelas 1 sampai kelas 6. Asesmen Semester Akhir Semester (ASAS) kali pertama dengan menggunakan CBT ini mulai tahun ajaran 2021-2022 yang di mulai dari kelas 2 sampai kelas 6, kemudian Asesmen Semester Akhir Tahun (ASAT) tahun ajaran 2021-2022 dilaksanakan untuk semua kelas, dari kelas 1 sampai kelas 6 sampai sekarang (tahun ajaran 2025-2026)

Menurut Wakil Kepala Urusan Kurikulum MI Negeri 2 Lamongan Ahmad Hasyim Asy’ari, S.Pd. Asesmen Sumatif Akhir Semester dengan menggunakan Computer Based Test (tes berbasis komputer). Singkatnya: Ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) memberikan banyak manfaat, seperti efisiensi waktu, akurasi penilaian, penghematan biaya, dan fleksibilitas pelaksanaan.

Manfaat Utama Melaksanakan CBT

Pertama, Efisiensi waktu dan tenaga
Proses ujian lebih cepat karena peserta langsung mengerjakan soal di komputer, tanpa perlu distribusi kertas atau pengumpulan manual.

Kedua, Hasil lebih cepat dan akurat
Nilai dapat langsung keluar setelah ujian selesai, terutama untuk soal pilihan ganda. Hal ini mengurangi risiko kesalahan koreksi.

Ketiga, Penghematan biaya
Tidak perlu mencetak soal atau lembar jawaban, sehingga mengurangi biaya kertas, tinta, dan distribusi.

Keempat, Fleksibilitas pelaksanaan
Ujian bisa dilakukan di berbagai tempat dengan jaringan komputer, bahkan memungkinkan sistem remote test untuk peserta di lokasi berbeda.

Kelima, Keamanan lebih baik
Soal dapat diacak secara otomatis sehingga mengurangi peluang kecurangan. Sistem juga bisa dilengkapi dengan pengawasan digital.

Keenam, Analisis hasil lebih mendalam
Data hasil ujian bisa langsung diolah untuk melihat tren, kelemahan peserta, atau efektivitas soal.

Ketujuh, Ramah lingkungan
Mengurangi penggunaan kertas mendukung prinsip paperless dan lebih ramah lingkungan.

Lebih lanjut Ahmad Hasyim Asy’ari, S.Pd menyampaikan. Walau banyak kelebihan, CBT juga menuntut kesiapan infrastruktur (komputer, jaringan internet, listrik) dan literasi digital peserta. Jadi, manfaat maksimal hanya bisa diraih jika sekolah/lembaga memastikan akses teknologi merata.

MIN 2 Lamongan dengan kebutuhan kesiapan infrastruktur (komputer, jaringan internet, listrik) kami telah berusaha maksimal untuk selalu mengupdate dan memperhatikan kebutuhan sarana tersebut.

Komitmen ini kami lakukan karena CBT (Computer Based Test) adalah bagian dari transformasi pendidikan di era digital karena ia memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan ujian yang lebih cepat, transparan, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Lanjut Ahmad Hasyim Asy’ari, S.Pd.

Hubungan CBT dengan Era Digital

Transformasi dari kertas ke layar
Era digital menuntut peralihan dari sistem manual ke sistem berbasis teknologi. CBT menggantikan ujian kertas dengan perangkat komputer, laptop, atau tablet, hp, sehingga selaras dengan digitalisasi pendidikan.

Kecepatan dan transparansi
Jika dulu hasil ujian membutuhkan waktu berminggu-minggu, kini skor bisa diketahui dalam hitungan jam. Hal ini mencerminkan karakteristik era digital yang serba cepat dan instan.

Efisiensi dan akurasi
CBT mengurangi kesalahan manusia dalam koreksi dan distribusi soal. Sistem digital memungkinkan analisis otomatis yang lebih akurat.

Kesiapan menghadapi era 5.0
CBT bukan sekadar metode ujian, tetapi juga bagian dari ekosistem pendidikan digital yang mendukung generasi unggul di era digital dan era society 5.0.

Integrasi dengan literasi digital
Peserta didik terbiasa menggunakan perangkat digital dalam ujian, sehingga sekaligus melatih keterampilan literasi digital yang penting di masa depan.

Lanjutnya, adapun dampak positif meliputi

Pertama, Guru lebih fokus pada pembinaan karena tidak lagi terbebani koreksi manual.

Kedua, Peserta lebih terbiasa dengan teknologi, sehingga ujian menjadi sarana pembelajaran digital.

Ketiga, Institusi lebih hemat biaya dan ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas.

CBT bisa dipandang sebagai “cermin digital”. Ia menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi alat bantu untuk mempercepat evaluasi.

M. Mahmud, S.Ag
Guru MIN 2 Lamongan menambahkan CBT merupakan wujud nyata integrasi pendidikan dengan era digital. Membawa kecepatan, transparansi, dan efisiensi.

“CBT menuntut kesiapan etis dan spiritual agar teknologi benar-benar menjadi pelita bagi generasi masa depan,” pungkasnya

Reporter Fathurrahim Syuhadi