LAMONGAN lintasjatimnews — Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) Tahun 2025 di SMP Negeri 3 Babat, Selasa (26/11/2025), menjadi momentum penting bagi sekolah untuk memperkuat mutu pendidikan sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat dengan pengawas. Kegiatan berlangsung hangat, dialogis, dan menekankan proses pendampingan daripada sekadar penilaian administratif.
Tiga pengawas SMP dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, yakni Drs. H. Khojim, M.Pd., H. Darji, S.Pd., M.Pd., dan Agus Iswantoro, S.Pd., M.Pd., hadir berdasarkan Surat Tugas Nomor 800.1.11.1/3207/413.101/2025. PKKS kali ini dilaksanakan mengacu pada berbagai regulasi terbaru, di antaranya Permendikbudristek Nomor 25 Tahun 2025, Kepdirjen GTK Nomor 4242/B.B1/HK.03.01/2024, Permenpan RB Nomor 6 Tahun 2022, serta Surat Edaran Dirjen GTK Nomor 0559/B.B1/GT.02.00/2024.
Dalam sambutan pembukaan, H. Khojim menegaskan bahwa PKKS bukan hanya agenda evaluasi rutin, melainkan ruang bersama untuk meninjau bukti fisik, mendiskusikan temuan, dan memperbaiki kinerja sekolah secara kolaboratif.
“Ada 27 indikator pada tiga komponen utama yang kita potret: manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi guru serta tenaga kependidikan,” ujarnya.
Menurutnya, PKKS membantu sekolah membaca capaian mutu sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan bersama.

Kepala SMP Negeri 3 Babat, M. Said, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan PKKS dan menegaskan bahwa seluruh guru serta tenaga kependidikan telah bekerja sama mempersiapkan bukti fisik penilaian.
“Bukti fisik sebenarnya sudah ada. Kami hanya merapikan, menyesuaikan, dan mensinkronkan dengan indikator PKKS. Ini proses penting untuk memastikan konsistensi kerja kami,” ungkapnya sebelum memaparkan profil sekolah.
Dalam presentasinya, Said menguraikan sepuluh aspek strategis yang menjadi fondasi pengelolaan sekolah, mulai dari kepemimpinan visioner hingga inovasi sekolah.
Sepuluh aspek tersebut meliputi:
- Kepemimpinan visioner
- Manajemen SDM
- Pengelolaan kurikulum
- Peningkatan kualitas pembelajaran
- Pengelolaan keuangan dan sarpras
- Keterlibatan orang tua dan komunitas
- Lingkungan sekolah aman dan nyaman
- Pengembangan profesionalisme guru
- Evaluasi rapor pendidikan dan akreditasi
- Inovasi dan perubahan sekolah
Setelah paparan, ketiga pengawas melakukan verifikasi bukti fisik sesuai pembagian instrumen. Para guru terlibat langsung dalam proses penyajian dokumen, sementara pengawas tidak hanya menilai tetapi juga memberikan bimbingan teknis apabila ada bagian yang perlu diperbaiki.
Suasana penilaian berjalan akrab, terbuka, dan penuh kekeluargaan, mencerminkan pendekatan PKKS model baru yang menekankan pendampingan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Pada sesi evaluasi akhir, H. Darji menyoroti pentingnya kompetensi kewirausahaan bagi kepala sekolah. Ia menegaskan bahwa kewirausahaan bukan hanya soal aktivitas ekonomi, melainkan kemampuan membaca peluang pengembangan sekolah dan menggerakkan seluruh warga belajar untuk berinovasi.
Kegiatan PKKS ditutup dengan suasana santai namun tetap serius, menunjukkan komitmen bersama antara pengawas dan SMP Negeri 3 Babat dalam menguatkan mutu pendidikan.
Kontributor: M. Said








