UM Surabaya Gelar Wisuda, Ini yang Istimewa

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menggelar wisuda ke-53 tahun 2025. Sebanyak 927 wisudawan dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan oleh Rektor UM Surabaya Mundakir. Kegiatan ini bertempat di Dyandra Convention Center Surabaya (26/10.2025)

Wisuda kali ini menjadi istimewa karena dihadiri Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan, Kemenko PMK Prof Sukadiono, Wakil Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur yang juga Staf Ahli Mendikdasmen Prof Biyanto, Ketua PW Aisyiyah Dra. Rukmini, M.Ap. jajaran BPH dan sederet tamu undangan

Rektor UM Surabaya Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh lulusan atas perjuangan mereka menyelesaikan studi, termasuk kepada mahasiswa difabel dan mahasiswa internasional asal Palestina yang turut diwisuda.

“Pada momen ini kami memberikan apresiasi tidak hanya kepada lulusan terbaik, tetapi juga kepada wisudawan yang menunjukkan kegigihan luar biasa. Salah satunya mahasiswa difabel yang setiap hari berjuang datang ke kampus diantar ibunya dengan sepeda motor,” jelas Rektor Mundakir.

Lanjut doktor lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini, perjuangan para mahasiswa difabel menjadi inspirasi bagi seluruh civitas academica. UM Surabaya berkomitmen memberikan dukungan penuh agar para lulusan difabel dapat terus berkarya dan berkontribusi setelah lulus.

Selain itu, UM Surabaya juga memberikan penghargaan khusus kepada Sondos Jehad Shnewra, mahasiswi asal Palestina yang menuntaskan studinya di tengah kondisi negaranya tengah dilanda konflik.

“Kami tahu Palestina masih dalam situasi yang sulit. Karena itu, kami memberikan apresiasi dan kesempatan kepada Sondos untuk melanjutkan studi S3,” ungkapnya.

Wisuda ini menjadi istimewa, karena ada dua mahasiswa yang diwisuda Rektor tidak di atas panggung layaknya mahasiswa lainnya karena keterbatasan. Rektor dan jajarannya yang menghampiri wisudawan di depang panggung.

Mereka adalah Bonifacius David Hendrawan. Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris ini meraih cumlaude dengan IPK 3,68. Ia seorang difabel yang harus duduk di atas kursi.

Kemudian ada Atrik Trisnowati penerima beasiswa Kader Lamongan. Lulusan Pasca Sarjana Bahasa Indonesia ini meraih Summa Cum Laude dengan IPK tertinggi 4,0 bulat. Ia memakai kruk karena kecelakaan beberapa hari setelah ujian sidang tesis.

“Kami memberikan apresiasi kepada para lulusan, selain yang terbaik, ada juga yang atas kegigihannya sehingga dia bisa menyelesaikan kuliah meskipun dengan perjuangan yang luar biasa,” pungkasnya

Reporter Fathurrahim Syuhadi