Sulistyowati, SST., Bdn., M.Kes.: Berkhidmat Menjadi MC Lebih dari Satu Dekade

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Nama Sulistyowati, SST., Bdn., M.Kes. bukanlah sosok asing di lingkungan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan ini telah mengabdikan diri bukan hanya sebagai tenaga pendidik, tetapi juga sebagai Master of Ceremony (MC) andal yang telah berkecimpung di dunia tersebut lebih dari sepuluh tahun.

Keberadaannya kerap menghiasi berbagai acara penting di kampus UMLA. Dari kegiatan akademik hingga seremoni besar Persyarikatan Muhammadiyah di Lamongan. Suara lembut dan gaya pembawaannya yang hangat selalu menjadi ciri khas yang membuat suasana acara lebih hidup dan berkesan.

Tak berlebihan jika banyak pihak menyebutnya sebagai “MC kebanggaan Muhammadiyah Lamongan.”

Selain di lingkungan kampus, Sulistyowati juga dikenal aktif sebagai pembawa acara di Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta berbagai kegiatan di lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat di Kabupaten Lamongan. Keahliannya dalam mengatur tempo acara, memandu jalannya kegiatan dengan penuh percaya diri dan ketenangan, membuatnya dipercaya di berbagai kesempatan bergengsi.

Di balik kiprahnya sebagai MC, Sulistyowati adalah seorang akademisi senior yang kini menjabat sebagai Kepala Leksikom, Admisi, dan Promosi UMLA. Ia juga sedang menempuh pendidikan program doktoral di Universitas Negeri Semarang (UNNES), menegaskan dedikasinya dalam dunia pendidikan tinggi.

Perempuan yang akrab disapa Sulis ini dikenal sebagai pribadi yang energik dan berjiwa sosial tinggi. Dalam pandangannya, menjadi MC bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan panggilan jiwa.

“Menjadi MC sudah mendarah daging bagi saya. Ini bukan sekadar berbicara di depan publik, tapi tentang bagaimana menghidupkan suasana dan membangun komunikasi yang menyentuh hati,” ujarnya dengan penuh semangat.

Latar belakang pendidikannya di Universitas Negeri Surakarta (UNS) sebagai Sarjana Kebidanan, yang kemudian dilanjutkan dengan Magister Kesehatan di universitas yang sama, membuatnya memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang kuat, empatik, dan menyentuh. Kemampuan inilah yang kemudian memperkaya kariernya di dunia public speaking.

Di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah Lamongan, Sulistyowati juga aktif sebagai anggota Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO). Melalui lembaga ini, ia turut mendorong pengembangan potensi seni dan budaya di kalangan dosen maupun mahasiswa.

Bagi Sulistyowati, kunci dari semua aktivitas yang ia jalani adalah semangat belajar tanpa henti. Ia meyakini bahwa kemampuan berbicara di depan publik bukanlah bakat semata, tetapi hasil dari latihan, pengalaman, dan kemauan untuk terus berkembang.

“Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Menjalani hidup ini, lakukan yang terbaik dalam hidupmu selagi kamu bisa dan mampu, serta lakukan segala sesuatu dengan penuh tanggung jawab,” pesan ibu tiga putra ini

Lebih dari sekadar profesi, kiprah Sulistyowati adalah wujud pengabdian dan dakwah melalui suara. Suaranya bukan hanya mengatur jalannya acara, tetapi juga membawa semangat, inspirasi, dan keteladanan bagi banyak orang—terutama di lingkungan kampus dan persyarikatan Muhammadiyah Lamongan.

Reporter Fathurrahim Syuhadi