LAMONGAN lintasjatimnews – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan peraturan nomor 13 Tahun 2025 yang berisi tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Salah satu poin penting dalam Permendikdasmen tersebut adalah penambahan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Penambahan mata pelajaran baru ini bertujuan membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 untuk menghadapi tantangan era digital.
Dalam rangka penguatan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), maka Forum Silaturrahim dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMP Lamongan mengadakan kegiatan ‘Penguatan dan Pemantapan Mata Pelajaran KKA pada Satuan Pendidikan SMP’.
Acara Penguatan KKA diselenggarakan hari selasa (16/9/2025) yang ditempatkan di ruang rapat lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Lamongan. Kegiatan diikuti 25 kepala SMP Muhammadiyah (SMPM) se Lamongan dan dihadiri Wakil Ketua dan anggota Majelis Dikdasmen dan PDF PDM Lamongan.
Forkam SMPM Lamongan menghadirkan pemateri dari Marshall Cavendish Education (MCE) Singapura, di antaranya; Tri Turturi Farah Meswari, MBA – Business Development Director (Southeast Asia), Adi Rachmadi Wicaksono, ST. (Business Development Manager), Arsyah Agas Awwaby, SPd dan Adisti Al Qur’ani Anggorowati. SPd.
Sedangkan tim dari Universal Education Solution Patner (ESP) yang hadir adalah Wennas Widjaja, SAk. (Managing Director) dan Kevin Prayogo Mulyongo, ST (Business Development).
Acara penguatan dibuka sekretaris Foskam SMPM (Furqon Firmansyah, MPd), sekalu pembawa. Sambutan pengantar dan selamat datang disampaikan Ali Efendi, MPd (Ketua Foskam SMPM) dan sambutan H M Luthfi, MPd (Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PDF PDM Lamongan).
H M Luthfi, MPd, menyampaikan dalam sambutannnya, “Terima kasih pada Foskam SMPM yang telah menyelenggarakan kegiatan yang bagus dan selamat datang Tim MCE Singapura dan Tim Universal di PDM Lamongan, semoga kehadirannya mampu memberikan pengutan bagi kepala SMPM se Lamongan di bidang KKA,” jelas Pengawas Pendidikan Kementerian Agama Lamongan.
“KKA sebagai paket kurikulum yang di dalamnya ada kegiatan, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Tentu saja memiliki kompetensi jelas, muatan pembelajaran, dan beban belajar dengan alur perkembangan yang utuh di dalamnya Dimensi Profil Lulusan (DPL) 8 standar,” pungkasnya.
Pemateri dari MCE Singapura disampaikan oleh Tri Turturi Farah Meswari, MBA menyampakan bahwa materi KKA di Singapura sudah menjadi kurikulum nasional sajak tahun 2014 dengan 6 tahun masa percobaan. KKA diberikan kepada murid sejak usian SD sampai dengan jenjang pendidikan tingkat SMA.
“Program AI MCE Singapura berbasis education, berbeda dengan aplikasi AI yang beredar gratis secara online saat ini. Fungsi dan kegunaan AI MCE Singapura mampu menilai jawaban murid secara kualitatif, menyiapkan asesmen dan bahan ajar, serta merangcang kuis,” jelas pria yang akrab dipanggil Pak Tri.
“Sedangkan Koding diajarkan kepada murid dengan tujuan untuk mengetahui cara kerja dibalik teknologi sehingga menghasilkan produk digital yang berguna dalam kehidupan manusia sehari-hari,” ungkap Business Development Director – Southeast Asia.
Pak Tri menjelaskan dengan rinci dan detail tentang KKA yang dikembangkan MCE Singapura. Di samping itu, tim MCE menampilkan contoh dan cara kerja AI bagi guru dan murid. Kemudahan aplikasi AI yang dikembangkan memantik peserta untuk bertanya lebih mendalam pada sesi dialog.
Kegiatan penguatan diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Ali Ahmadi, MPdI (Anggota Majelis Dikdasmen dan PDF PDM Lamongan). Setelah acara pengtanan KKA ditutup, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.
Reporter: Ali Efendi









