Jangan Putus Asa Kalau Doa Belum Terjawab

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Dalam kehidupan, kita sering mendapati doa yang kita panjatkan seakan-akan tidak segera dikabulkan. Kita berdoa dengan penuh harap, namun kenyataannya justru berbeda dengan apa yang kita inginkan.

Saat itulah muncul rasa kecewa, bahkan tidak sedikit yang tergoda untuk berputus asa. Padahal, Islam mengajarkan bahwa doa tidak pernah sia-sia. Allah mendengar setiap bisikan hamba-Nya. Dia Maha Mengetahui kapan waktu terbaik untuk mengabulkan permintaan.

Allah menegaskan dalam Al-Qur’an “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Ayat ini menjadi pengingat bahwa doa adalah bentuk kedekatan dengan Allah. Hanya saja, jawaban doa tidak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan.

Bisa jadi doa itu langsung dikabulkan, bisa ditunda, atau diganti dengan sesuatu yang lebih baik.

Rasulullah Saw bersabda “Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahmi, melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal. Bisa jadi Allah segera mengabulkan doanya, bisa jadi Allah menyimpannya sebagai tabungan pahala di akhirat, atau bisa jadi Allah menghindarkan darinya keburukan yang semisal.” (HR. Ahmad).

Hadis ini menegaskan bahwa doa seorang muslim selalu dijawab, meskipun dalam bentuk yang berbeda. Jadi, ketika doa kita belum terlihat hasilnya, bukan berarti Allah menolak. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan jawaban yang lebih indah dari yang kita minta.

Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Al-Jawabul Kafi mengatakan, “Doa itu laksana senjata, kekuatannya bergantung pada orang yang menggunakannya, pada hati yang hadir, dan keyakinan penuh akan terkabulnya.”

Artinya, doa bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi juga membutuhkan keyakinan, kesungguhan, dan kesabaran.

Sementara itu, Imam Hasan Al-Bashri pernah berpesan, “Janganlah engkau terburu-buru dalam berdoa. Sesungguhnya doa adalah simpanan di sisi Allah. Jika engkau tidak melihatnya sekarang, engkau akan melihatnya nanti pada saat yang paling engkau butuhkan.”

Salah satu bisikan setan adalah membuat manusia putus asa dari rahmat Allah. Padahal Allah sendiri telah berfirman “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir.” (QS. Yusuf: 87).

Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa putus asa bukanlah sifat seorang mukmin. Selama kita terus berdoa, berusaha, dan bertawakal, maka janji Allah pasti datang, meskipun tidak sesuai dengan waktu dan cara yang kita bayangkan.

Doa yang belum dikabulkan mengandung banyak hikmah.
Pertama, Allah ingin menguji kesabaran kita.
Kedua, Allah ingin melatih kita agar tidak bergantung pada dunia, melainkan hanya pada-Nya.
Ketiga, Allah mungkin sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik

Sesuai dengan firman-Nya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Ketika doa belum terjawab, jangan pernah putus asa. Ingatlah, setiap doa adalah percakapan kita dengan Allah, dan setiap doa akan kembali kepada kita dalam bentuk kebaikan. Bisa jadi yang kita minta saat ini belum baik untuk kita, sementara Allah telah menyiapkan jalan yang lebih indah.

Maka teruslah berdoa dengan hati yang ikhlas, penuh harap, dan tanpa tergesa-gesa. Seperti kata para ulama, doa itu ibarat benih. Ia butuh waktu untuk tumbuh, disirami dengan sabar, dan kelak akan berbuah pada saat yang tepat.

Jangan berhenti berharap pada Allah. Sebab, doa yang kita panjatkan tidak pernah sia-sia, meskipun kita belum melihat hasilnya sekarang. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik dari yang kita minta.

Reporter Fathurrahim Syuhadi