Tawa dan Air Mata: Belajar Bersyukur dalam Ujian Hidup

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Air mata bukanlah kelemahan, tapi bukti bahwa kita sedang berjuang. Tawa bukan sekadar kegembiraan, tapi hadiah dari Allah Swt karena kita mampu bertahan.

Terkadang kita butuh air mata, agar kita tahu bahwa hidup ini bukanlah sekadar tawa suka. Terkadang kita perlu tertawa agar kita tahu mahalnya nilai air mata.”

Hidup bukan hanya tentang tawa dan kebahagiaan, sebagaimana ia juga bukan sekadar derai air mata dan kesedihan. Terkadang, kita butuh menangis agar tahu bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat berharga.

Terkadang kita butuh tertawa agar menyadari bahwa duka bukanlah akhir dari segalanya.

Dalam setiap liku kehidupan, Allah memberikan pelajaran. Air mata adalah bahasa jiwa ketika beban tak sanggup diucapkan.

Sedangkan tawa adalah hiburan dari Allah agar kita tidak larut dalam keputusasaan. Keduanya hadir silih berganti, membentuk hati yang kuat dan jiwa yang tabah.

Saat hati mampu bersyukur meski sedang tersakiti, di situlah kita sedang belajar tentang arti ketabahan. Ketika kita bisa bersyukur dalam ujian, kita sedang belajar tentang kekuatan berdiri tegar.

Saat kita bersyukur di tengah kehilangan, kita sedang menapaki jalan sabar dan ikhlas.

Allah Ta’ala berfirman “Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan (QS. An-Nahl: 96)

Ujian tidak datang untuk melemahkan, tapi untuk menguatkan. Seperti emas yang dibakar agar semakin murni, jiwa yang diuji sedang ditempa untuk naik kelas dalam kehidupan.

Rasulullah Saw bersabda “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Dia akan memberinya cobaan (HR. Bukhari)

Sungguh, bersyukur dalam suka itu biasa. Tapi bersyukur dalam luka, itulah kemuliaan sejati.

Mari kita jalani hidup ini dengan hati yang lapang. Biarlah air mata jatuh sebagai pengingat, dan tawa hadir sebagai pelipur. Karena keduanya adalah anugerah yang mendidik jiwa untuk menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih bersyukur.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.(QS. Al-Baqarah: 155)

Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, atau kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya (HR. Bukhari dan Muslim)

Reporter Fathurrahim Syuhadi