LAMONGAN lintasjatimnews – Telah dilaksanakan kegiatan Seminar UMKM yang mengangkat tema “Sukses Berbisnis di Era Digital” dan berjudul “Memanfaatkan Peluang untuk Membangun UMKM dan Melewati Tantangan di Era Digital”, Rabu 30 Juli 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 15 Universitas Islam Lamongan (UNISLA) yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata di Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.
Bertempat di Balai Desa Sukoanyar, acara ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh pelaku UMKM lokal serta masyarakat sekitar yang memiliki minat dalam memulai maupun mengembangkan usaha.
Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada para pelaku usaha mikro serta calon wirausahawan agar mampu memanfaatkan peluang digital untuk mengembangkan usaha.
Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran digital, pengelolaan usaha secara berkelanjutan, serta contoh studi kasus UMKM yang sukses beradaptasi dengan teknologi.
Narasumber dalam seminar ini adalah Putri Novita Sari, mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Islam Lamongan yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan memiliki pengalaman dalam pengembangan UMKM berbasis digital.
Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 90 menit, dengan alur pembukaan dan perkenalan selama 10 menit, penyampaian materi selama 60 menit, serta sesi diskusi dan tanya jawab selama 20 menit.
Metode penyampaian yang digunakan adalah presentasi interaktif berbasis PowerPoint, dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman. Panitia telah menyediakan perlengkapan pendukung seperti proyektor, sound system, dan peralatan lainnya untuk mendukung kelancaran acara.
Sesi diskusi berlangsung dengan sangat antusias, Sumiati pelaku usaha kripik pisang lokal, mengajukan pertanyaan tentang cara membuat akun di marketplace agar produknya dapat dipasarkan secara online dan menjangkau pelanggan lebih luas.
Ia mengaku selama ini masih memasarkan produknya secara offline dan ingin belajar tentang pemasaran digital.
Khafid, seorang pemuda yang sedang merintis usaha susu kedelai menanyakan strategi branding di media sosial serta cara menentukan harga jual yang kompetitif namun tetap menguntungkan.
Selain itu, Mufidah pelaku usaha jajanan basah, turut aktif bertanya terkait prosedur dan manfaat pengurusan legalitas halal bagi produk olahannya. Ia menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha kecil di desa yang belum paham pentingnya sertifikasi halal, dan berharap mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Menjelang akhir kegiatan, beberapa peserta menyampaikan kesan dan pesan. Sumiati merasa sangat senang bisa mengikuti seminar ini karena baginya sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru dalam mengelola usaha.
Ia menyampaikan harapan, “semoga kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara rutin agar pelaku UMKM desa terus mendapatkan bimbingan dan motivasi”.
Selain itu, Ia pun menyatakan bahwa seminar ini menjawab kebingungannya selama ini terkait legalitas produk, khususnya tentang sertifikasi halal yang ternyata bisa diajukan dengan bantuan pendamping UMKM.
Di sisi lain Khafid menyampaikan bahwa seminar ini sangat membuka pikirannya terhadap pentingnya digitalisasi usaha, dan ia termotivasi untuk segera mempraktikkan ilmu yang diperoleh, khususnya untuk memajukan usaha susu kedelainya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN 15 UNISLA, Rifky Aisyatul Faroh, S.Si., M.Mat., menyampaikan, “Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan masyarakat Desa Sukoanyar, khususnya pelaku UMKM, semakin memiliki kesiapan menghadapi tantangan usaha di era digital, serta mampu mengelola usahanya secara inovatif, profesional, dan berdaya saing tinggi”.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN UNISLA dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan usaha kecil, sebagai langkah awal menuju penguatan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan”, pungkasnya.
Reporter: Winarto