SMP Muhammadiyah 15 Surabaya Bentuk Karakter Santri Lewat Kemah Hisbul Wathan

Listen to this article

MOJOKERTO lintasjatimnews – Sebanyak 260 siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya mengikuti Kemah Hisbul Wathan pada Senin–Selasa (16–17 Juni 2025), yang berlangsung di kawasan alam terbuka Pacet, Trawas. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pendidikan karakter berbasis pengalaman lapangan yang menjadi ciri khas sekolah berasrama ini.

Dengan mengusung tema “Membentuk Karakter Mandiri, Tangguh, dan Berakhlak Mulia”, kemah tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan disiplin melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan fisik, mental, dan spiritual peserta.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 15 Boarding School, Banjar, dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa kemah bukan sekadar sarana rekreasi, melainkan media penting dalam mendidik santri menjadi pribadi tangguh.

“Kemah ini bukan hanya soal tidur di tenda. Ini latihan hidup. Siapa yang terbiasa mandiri di sini, akan lebih siap menghadapi tantangan hidup yang sesungguhnya,” tegasnya.

Selama dua hari, para siswa mengikuti berbagai aktivitas mulai dari jelajah medan, games kolaboratif, pelatihan baris-berbaris, hingga kegiatan muhasabah malam. Setiap sesi dirancang untuk membangun karakter santri yang tangguh secara fisik, matang secara emosional, dan unggul dalam spiritualitas.

Salah satu peserta, Bela dari kelas 7E, mengaku pengalaman ini menjadi momen berharga yang meningkatkan kebersamaan antar teman.

“Awalnya canggung, tapi setelah hari pertama, saya malah semangat. Kita bisa kerja sama, saling bantu, dan jadi lebih akrab,” ujar Bela saat menjalani sesi kebersihan pagi.

Kegiatan ditutup dengan pentas seni yang menggali potensi kreatif peserta serta penilaian regu terbaik, yang menjadi simbol penghargaan atas kedisiplinan dan kekompakan kelompok.

Para guru berharap, pengalaman selama kemah ini tidak hanya menjadi kenangan, tetapi membentuk pondasi karakter yang kokoh dalam diri setiap santri.

Melalui pendekatan kontekstual di alam terbuka, sekolah menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun secara menyenangkan dan bermakna, menjawab kebutuhan generasi muda untuk tumbuh sebagai pemimpin masa depan yang berakhlak dan mandiri.

Reporter: arahman