Kupas Tuntas Literasi Digital dan Jurnalistik Sekolah, M. Said Pukau Puluhan Pimpinan OSIS SMPN se-Lamongan di Trawas

Listen to this article

MOJOKERTO LintasJatimNews – Dinginnya udara malam kawasan Pegunungan Trawas sama sekali tidak menyurutkan semangat para pemimpin muda dari Kabupaten Lamongan. Bertempat di Hall Kenconowungu yang megah di Hotel Arrayana Trawas, Kabupaten Mojokerto, agenda Latihan Dasar Kepemimpinan dan Manajemen Siswa (LDKMS) bagi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri se-Kabupaten Lamongan berlangsung dengan penuh dinamika dan antusiasme tinggi pada Selasa (13/10/2026) malam.

​Sebanyak 98 peserta yang terdiri dari ketua dan sekretaris OSIS perwakilan dari 48 SMP Negeri di seluruh penjuru Kabupaten Lamongan berkumpul dalam forum prestisius ini. Mereka bukan sekadar perwakilan biasa, melainkan figur-figur pelajar terpilih yang dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak perubahan positif di sekolah masing-masing. Menyadari tantangan kepemimpinan modern, LDKMS kali ini tidak hanya membekali mereka dengan kemampuan manajerial klasik, tetapi juga mengadaptasi kebutuhan era digital, yakni pembekalan keterampilan jurnalistik.

​Tepat pukul 20.40 WIB, perhatian seluruh peserta tertuju ke panggung utama saat sesi materi Jurnalistik dimulai. Sesi krusial ini diampu langsung oleh narasumber kompeten, yakni Muhammad Said, S.Pd., M.Pd. Sosok narasumber ini memiliki profil yang sangat relevan; selain menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, beliau juga aktif berprofesi sebagai wartawan di media LintasJatimNews. Perpaduan latar belakang sebagai birokrat pendidikan sekaligus praktisi media membuat materi yang disampaikan menjadi tajam, berbobot, dan tepat sasaran bagi para pelajar.

​Dalam paparannya yang interaktif, Said membedah filosofi dasar mengapa seorang pengurus OSIS wajib memiliki kemampuan jurnalistik. Menurutnya, OSIS merupakan garda terdepan sekaligus agen informasi utama di lingkungan sekolah. Pemahaman mengenai kaidah dasar penulisan berita, terutama penguasaan unsur 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How), tidak hanya sekadar berguna untuk mengisi artikel di majalah dinding (mading). Lebih dari itu, pola pikir jurnalistik yang sistematis sangat dibutuhkan dalam menyusun kerangka proposal kegiatan, merumuskan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang terstruktur, hingga menyusun siaran pers (press release) untuk mempublikasikan program kerja unggulan kepada khalayak luas.

​”Seorang pemimpin sejati adalah ia yang mampu menyampaikan gagasannya dengan jernih, baik secara lisan maupun tulisan. Melalui dasar-dasar jurnalistik, kalian diajak untuk peka terhadap lingkungan sekitar, kritis dalam mengobservasi keadaan, dan terampil menuliskannya menjadi sebuah karya. Jangan biarkan program atau kegiatan sehebat apa pun di sekolah kalian menguap begitu saja tanpa ada rekam jejak digital dan publikasinya,” tegas Said yang langsung disambut anggukan setuju dari para peserta.

​Materi kemudian dikembangkan pada urgensi manajemen media sosial sekolah. Di era keterbukaan informasi saat ini, Said menekankan bahwa pemimpin siswa dituntut untuk bertransformasi dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen konten kreatif yang akurat dan edukatif. Isu krusial mengenai literasi digital dan daya saring terhadap penyebaran berita bohong (hoaks) juga menjadi sorotan tajam. Melalui kacamata jurnalistik, narasumber memberikan trik-trik praktis tentang cara memverifikasi informasi, sehingga pengurus OSIS dapat menjadi pionir anti-hoaks di kalangan teman sebayanya.

​Selama 50 menit alokasi waktu hingga pukul 21.30 WIB, suasana Hall Kenconowungu terasa sangat hidup dan interaktif. Antusiasme ke-98 peserta tidak terbendung ketika narasumber memancing diskusi. Berbagai pertanyaan cerdas bermunculan, mulai dari cara menggali ide liputan di sekolah, teknik wawancara yang baik, hingga cara mengemas narasi berita yang menarik di Instagram atau TikTok sekolah namun tetap menjaga etika kesantunan pelajar.

​Kehadiran materi jurnalistik di tengah padatnya jadwal LDKMS ini membuktikan bahwa pembinaan kepemimpinan pendidikan di Kabupaten Lamongan terus berinovasi mengikuti arus zaman. Harapannya, para ketua dan sekretaris OSIS ini dapat pulang membawa bekal paripurna—tidak hanya cakap dalam urusan organisasi dan problem-solving, tetapi juga andal sebagai komunikator publik yang siap menginspirasi dan mencerdaskan warga sekolah melalui karya-karya literasi bermutu.

Kintributor: M. Said