JAKARTA lintasjatimnews.com — Ormas Madas Nusantara menjalin kerjasama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk turut memberantas penggunaan dan peredaran Narkoba di Pulau Madura yang merusak masyarakat, khususnya generasi muda.
“Masalah penggunaan dan peredaran Narkoba di Pulau Madura, tidak hanya tanggungjawab BNN, tapi juga masyarakat termasuk Madas Nusantara dan Bamus Madura (Badan Nusyawarah Madura),” tegas KRH.HM.Jusuf Rizal,SH, Ketum Madas Nusantara.
Sebagaimana viral di Media sosial, Aboe Bakar, kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR RI bersama BNN, menuding jika Ulama dan Pesantren terlibat jaringan pengedar Narkoba untuk dapat cuan (duit).
Dalam konteks pernyataan tersebut, Madas Nusantara melihat dua sisi yaitu aspek hukum pernyataan dan aspek pencegahan pemakaian dan peredaran Narkiba di Pulau Madura.
Pertama, secara hukum pernyataan Aboe Bakar, tidak didasari fakta dan data, namun berdasarkan asumsi, opini dan mengenalisir Ulama dan Pesantren telah terlibat dalam jaringan pengedar Nakoba demi uang.
Untuk membuktikan itu, atas nama ulama, pesantren dan masyarakat Madura, Madas Nusantara akan memproses hukum agar Aboe Bakar dapat dan bisa membuktikan pernyataannya, berdasarkan data dan fakta agar tidak merugikan dan fitnah bagu nama baik masyarakat Madura.
Kedua, melihat realitas pengguna Narkoba di Pulau Madura, pasti ada. Untuk itulah semua pihak, baik ulama, tokoh masyarakat, penegak hukum, kalangan pesantren, termasuk Madas Nusantara dan Bamus Madura, harus ikut dalam melakukan pencegahan dan peredaran Narkoba di Pulau Madura.
“Kita perlu menyelamatkan generasi muda Madura agar tidak terjerat Narkoba. Jika ingin Madura maju Sumberdaya Manusianya (SDM) harus bebas terpapar Narkoba,” tegas Jusuf Rizal, Relawan Prabowo, pria keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu
Untuk itulah Madas Nusantara bekerjasama dengan BNN akan turut memberantas penggunaan dan peredaran Narkoba di Madura. Baik melalui pencegahan maupun penegakan hukum.
Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu mengagendakan melakukan Safari Anti Narkoba ke Pesantren (Sanap) bersama BNN. Kemudian membuat program Lomba Mengaji dan Dahwah antar Pesantren se-Madura serta Lomba Olahraga berhadiah
Lomba itu akan melibatkan pemerintah setempat, BNN, ulama, media, pesantren, perusahaan, pengusaha, tokoh, Bamus Madura, maupun generasi muda.
Madas Nusantara juga menggagas pemberian penghargaan Madura Award kepada sejumlah pihak yang dinilai Konsorsium Dewan Juri memiliki komitmen, dedikasi dan sumbangsih bagi pengembangan Pulau Madura dari berbagai aspek.
Reporter: ahmadh









