Mengenal Gunung Malang Bukit Larangan dengan Kearifan Lokal Kupatan

Listen to this article

GRESIK lintasjatimnews – Masyarakat Kecamatan Panceng yang terdiri dari beberapa Desa dan Dusun mempercayai bahwa di Gunung Malang, Bukit Larangan yang terletak di Dusun Larangan Desa Prupuh Kecamatan Panceng Gresik Terdapat empat makam
Menurut H. Panji selaku pemilik lokasi tanah tersebut menjelaskan
Empat makam tersebut di yakini oleh masyarakat sebagai makam Mbah Safi’i,istri beliau, pembantu nya dan macan putih sebagai hewan peliharaan nya (09/04/26).

Setiap Jum’at Pahing masyarakat ngaji bareng membaca sholawat,Tahlil dengan di akhiri pembacaan doa di sekitar pelataran malam tersebut yang biasanya do’a di pimpin oleh kyai Abrori dan Nasirudin secara bergantian, papar H.Panji

Di setiap tanggal delapan Syawal masyarakat melakukan tradisi ” Kupatan ” yaitu semua warga kecamatan Panceng datang kelokasi dengan membawa Kupat,Lepet dan Sayur di kumpulkan lalu memanjatkan doa setelah nya makan bersama.

Diantara susunan acara ada tradisi Udik-udikan yaitu melempar uang receh logam atau kertas yang di ambil secara berebutan beramai-ramai dari anak-anak , remaja, sampai orang tua.

Tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat telaga kecil yang air nya tidak pernah kering walaupun di musim kemarau,kami memberi nama telaga tersebut dengan Telaga Macan karena zaman dahulu seringkali terjadi penampakan seekor macan putih sedang minum air di telaga tersebut.imbuh nya

Di setiap tahun acara Kupatan yang di hadiri Mushollin Kepala Desa Prupuh , KH. Fauzi,Kasun Prupuh Muhammad Korib, Amilatun, Ketua Muslimat NU Larangan Prupuh,Anis Mazidah,Ketua Muslimat NU, Dhohihatul Jannah, Ketua

H.Siti Salfia keluarga H. Panji mengharapkan kelestarian alam dan budaya di daerah agar tetap terjaga
Dengan tradisi Kupatan ini juga bisa menjalin rasa persaudaraan yang lebih erat serta kepedulian terhadap lingkungan lebih kuat.

Reporter: Sri k