Halal Bihalal Keluarga Besar UMLAMerajut Silaturahim, Menguatkan Kebersamagan, Saling Memaafkan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews -Keluarga besar Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Mengusung tema “Merajut Silaturahim, Menguatkan Kebersamaan, Saling Memaafkan”,
Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual pasca-Ramadan.

Hadir sebagai pembicara utama, Prof Achmad Jainuri, PhD Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah. Beliau menyampaikan tausiyah yang sarat makna filosofis dan reflektif.

Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk memahami makna simbolik tradisi Lebaran, seperti ketupat, lepet, dan janur.

“Ketupat mengandung makna ngaku lepat atau mengakui kesalahan, lepet melambangkan keeratan hubungan, sementara janur mencerminkan kejernihan hati. Ini adalah simbol bahwa Idul Fitri bukan sekadar tradisi, tetapi momentum pembersihan diri dan penguatan relasi sosial,” ungkap Profesor Kelahiran Kesambi Pucuk ini

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa masih ada manusia yang belum sepenuhnya percaya pada kehidupan akhirat. Padahal, menurutnya, keyakinan terhadap hidup setelah mati merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan perilaku manusia.

“Kehidupan tidak berhenti di dunia. Ada kehidupan setelah mati yang menjadi pertanggungjawaban atas segala amal. Karena itu, manusia harus menjaga prinsip kebenaran dan amanah dalam hidupnya,” tegas mantan Rektor UMSIDA ini

Dalam perspektif sosial, ia menekankan bahwa puasa mengajarkan nilai-nilai penting seperti kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kebenaran. Ia juga menyoroti bahwa lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk baik buruknya seseorang.

“Manusia itu sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Maka penting bagi kita menciptakan lingkungan yang baik, yang menumbuhkan nilai-nilai kejujuran dan integritas,” tambahnya.

Menariknya, dalam tausiyah tersebut juga disinggung tentang realitas global. Ia mengingatkan agar umat tidak mudah terpengaruh oleh narasi dari Barat yang tidak selalu selaras dengan nilai kebenaran.

“Tidak semua yang datang dari Barat itu benar. Banyak kebijakan dan narasi yang dibangun di atas kebohongan. Kita harus kritis dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Ia juga membagikan kisah inspiratif perjalanan hidupnya. Dari masa kecil sebagai penggembala kambing (angon wedus), ia pernah bermimpi bisa naik pesawat. Mimpi itu akhirnya terwujud, bahkan membawanya berkeliling ke 19 negara.

“Mimpi itu penting. Apa yang dulu terasa mustahil, bisa menjadi nyata jika kita yakin dan berusaha,” tuturnya penuh semangat.

Dalam sesi refleksi, ia juga menyinggung peristiwa Apollo 11 Moon Landing sebagai simbol kemajuan ilmu pengetahuan dan kekuatan mimpi manusia dalam menembus batas-batas yang sebelumnya dianggap mustahil.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, KH Shodikin, dalam sambutannya memberikan dorongan kuat kepada UMLA untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya. Salah satu harapan besar yang disampaikan adalah segera terwujudnya Fakultas Kedokteran di UMLA.

“Kami berharap UMLA terus berbenah dan berinovasi. Kehadiran Fakultas Kedokteran akan menjadi lompatan besar dalam kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujar kandidat Doktor Univertas Brawijaya Malang ini.

Rektor UMLA Prof Dr Abdul Aziz Alimul Hidayat, MKes dalam Halal BI Halal ini mengajak seluruh civitas akademika senantiasa merajut silaturahim, menguatkan kebersamaan untuk bersama sama memajukan UMLA.

Acara Halal Bihalal ini ditutup dengan saling bersalaman dan bermaafan antar seluruh peserta, meneguhkan kembali semangat persaudaraan dan kebersamaan yang menjadi ruh dari Idul Fitri.

Dengan semangat silaturahim dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama Ramadan, keluarga besar UMLA diharapkan mampu terus melangkah bersama, membangun peradaban yang berlandaskan iman, ilmu, dan amal.

Hadir juga dalam Halal BI Halal ini jajaran BPH UMLA, jajaran PDM Lamongan, BEM dan IMM

Reporter Fathurrahim Syuhadi