TNI-Polri dan Basarnas Evakuasi Jenazah Lansia Hilang di Lereng Gunung Manik Oro Trenggalek

Listen to this article

TRENGGALEK lintasjatimnews – Aparat gabungan dari Koramil 0806-05/Kampak, Polsek Kampak, dan Basarnas Trenggalek mengevakuasi jenazah seorang lansia bernama Wagini (84), warga RT 18 RW 04 Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, yang ditemukan di lereng Gunung Manik Oro, Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Minggu sore (29/3/2026).

Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 12 Maret 2026. Selama lebih dari dua pekan, keluarga bersama aparat desa dan unsur keamanan setempat telah melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur aktivitas korban, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh Garis (55), warga RT 50 RW 18 Desa Karangrejo, saat mencari rumput untuk pakan ternak kambing di sekitar lereng gunung. Saat berada di area semak-semak, saksi mencium bau tidak sedap yang cukup menyengat dan kemudian menelusuri sumber bau tersebut hingga menemukan sesosok tubuh manusia dalam kondisi telah membusuk.

Kondisi jenazah yang diperkirakan telah beberapa hari berada di lokasi menyebabkan bagian wajah korban sulit dikenali. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada aparat gabungan untuk penanganan lebih lanjut.

Bati Tuud Koramil 0806-05/Kampak Peltu Rohadi yang berada di lokasi mengatakan laporan kehilangan korban sebenarnya telah diterima sejak pertengahan Maret lalu melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

“Korban sudah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak tanggal 12 Maret 2026 kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bogoran. Upaya pencarian sudah dilakukan beberapa kali, namun korban belum ditemukan. Sore ini ada warga yang mencari rumput mencium bau menyengat, kemudian setelah dicari sumbernya ternyata ditemukan jenazah di lereng Gunung Manik Oro,” kata Rohadi.

Setelah menerima laporan, personel Koramil Kampak, Polsek Kampak, dan tim Basarnas Trenggalek langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Medan yang terjal dan licin membuat proses pengangkatan jenazah berlangsung cukup sulit, terlebih karena lokasi berada di lereng curam dengan akses terbatas dan waktu sudah menjelang petang.

Petugas harus berjalan kaki sambil membawa perlengkapan evakuasi sederhana agar jenazah dapat diturunkan dengan aman menuju titik evakuasi. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke rumah duka untuk proses identifikasi lanjutan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kehadiran unsur TNI, Polri, dan Basarnas dalam proses tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar karena dinilai menunjukkan soliditas antarinstansi dalam merespons situasi darurat kemanusiaan secara cepat dan terkoordinasi.

Reporter: feri