BOYOLALI lintasjatimnews — Dalam upaya mendukung kelancaran arus balik Lebaran 1447 H, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perhubungan kembali menggelar program Balik Rantau Gratis bagi para pemudik yang hendak kembali ke kota perantauan. Kegiatan ini dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (28/03/2026).
Acara pelepasan peserta berlangsung khidmat dan penuh antusias, dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Drs. Ahmad Lutfi S.St.M.K. Turut hadir sejumlah pejabat daerah, termasuk Kasdim 0724/Boyolali Mayor Inf Sri Suraya yang mewakili Dandim 0724/Boyolali.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa program mudik dan balik rantau gratis merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk membantu masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal.
“Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program ini bukan sekadar layanan transportasi gratis, melainkan juga upaya menjaga tradisi mudik tetap berjalan tanpa membebani masyarakat. Dengan biaya perjalanan yang ditanggung pemerintah, para perantau dapat mengalokasikan penghasilan mereka untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman.
Menurut Gubernur, mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan pekerja informal seperti pedagang kecil, tukang ojek, pekerja bangunan, buruh pabrik, hingga penjual makanan keliling. Bagi mereka, biaya perjalanan pulang-pergi kerap menjadi beban ekonomi yang cukup besar.
“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi sangat berarti bagi mereka,” tambahnya.
Selain meringankan beban masyarakat, program ini juga berkontribusi dalam pengaturan arus lalu lintas selama masa arus balik.
Dengan transportasi yang terorganisir, perjalanan pemudik menjadi lebih tertib, terkendali, dan aman.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Para peserta tampak antusias dan bersyukur atas fasilitas yang diberikan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan, diharapkan momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, dan penuh kepedulian bagi seluruh masyarakat.
(Agus Kemplu)









