Seribu Jamaah Padati Shalat Idul Fitri 1447 H di Pangkatrejo, Khotib Ajak Jaga Amal Pascaramadhan

Listen to this article

LAMONGAN lintasjatimnews – Ribuan umat Muslim memadati Lapangan Muhammadiyah yang berada di halaman Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pangkatrejo pada pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026). Diperkirakan lebih dari seribu jamaah hadir sejak pagi hari, datang dari Desa Pangkatrejo, Parengan, Pringgoboyo, serta sejumlah desa lain di sekitarnya.

Pelaksanaan shalat berlangsung khidmat dengan suasana penuh kekeluargaan. Sejak matahari terbit, jamaah telah berdatangan memenuhi area lapangan, menciptakan pemandangan lautan manusia yang bersatu dalam kebersamaan merayakan hari kemenangan.

Bertindak sebagai khotib, Ustadz Fauzan dari Surabaya menyampaikan khutbah Idul Fitri dengan tema pentingnya menjaga kualitas ibadah setelah bulan Ramadhan. Dalam pembuka khutbahnya, ia mengutip firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 185, “…walitukmilul ‘iddata walitukabbirullaha ‘alaa maa hadaakum wa la’allakum tasykurun,” yang mengingatkan bahwa Idul Fitri adalah momentum menyempurnakan ibadah sekaligus membesarkan nama Allah sebagai bentuk syukur atas hidayah-Nya.

Dalam khutbahnya, Ustadz Fauzan menekankan enam amalan utama yang harus terus dijaga oleh umat Islam pasca-Ramadhan.

Pertama, menjaga shalat sebagai tiang agama. Ia mengutip QS Thaha ayat 14 dan QS Al-Ankabut ayat 45 yang menegaskan bahwa shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga benteng dari perbuatan keji dan mungkar.

Kedua, memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an adalah sumber kemuliaan seorang Muslim. Ia mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari harta atau jabatan, melainkan dari kedekatannya dengan Al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Isra ayat 9 dan hadis riwayat Muslim.

“Al-Qur’an turun di bulan Ramadhan, maka Ramadhan menjadi mulia. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad, maka beliau menjadi manusia paling mulia. Maka siapa yang dekat dengan Al-Qur’an, ia pun akan dimuliakan,” ujarnya.

Ketiga, membiasakan dzikir dan doa dalam kehidupan sehari-hari. Mengutip QS Ar-Ra’d ayat 28, ia menjelaskan bahwa ketenangan hati hanya dapat diraih dengan mengingat Allah.

Keempat, menjaga semangat puasa sebagai latihan kedisiplinan dan kejujuran. Ia mengajak jamaah untuk melanjutkan amalan puasa sunnah seperti puasa enam hari di bulan Syawal serta puasa Senin-Kamis sebagai bentuk konsistensi ibadah.

Kelima, pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh dan berilmu. Ia mengutip QS At-Taubah ayat 119 agar umat Islam senantiasa bersama orang-orang yang jujur dan bertakwa.

Keenam, meningkatkan kualitas amal kebajikan sebagai bekal menuju surga. Dalam penutup pesan utamanya, ia mengutip QS Al-Baqarah ayat 25 tentang janji Allah bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

“Enam hal ini adalah ciri orang bertakwa, yang menjadi tujuan utama dari ibadah puasa di bulan Ramadhan,” tegasnya.

Khutbah ditutup dengan doa yang penuh harap agar seluruh jamaah dapat mempertahankan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari serta memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Usai pelaksanaan shalat, jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan, mempererat tali silaturahmi antarwarga. Momentum Idul Fitri ini tidak hanya menjadi perayaan kemenangan spiritual, tetapi juga menjadi penguat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Pangkatrejo dan sekitarnya.

Kontributor: M. Said