Dandim 0806/Trenggalek Pimpin Rakor TMMD, Dusun Nglayur Jadi Prioritas Pembangunan 2026

Listen to this article

TRENGGALEK lintasjatimnews – Dandim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., memimpin rapat koordinasi sekaligus pemaparan teknis pelaksanaan program Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek, Selasa (17/3/2026), sebagai langkah awal mematangkan pelaksanaan program pembangunan terpadu yang dijadwalkan berlangsung bulan April mendatang.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Trenggalek, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Asisten III Administrasi Umum Setda Kabupaten Trenggalek, Camat Gandusari, Kepala Desa Wonoanti, Kepala Desa Gandusari, serta jajaran perwira staf Kodim 0806/Trenggalek.

Dalam forum tersebut, Letkol Roy menegaskan bahwa rapat koordinasi bertujuan menyamakan persepsi seluruh unsur terkait agar pelaksanaan TMMD berjalan efektif, terutama dalam penentuan sasaran fisik maupun nonfisik yang akan dikerjakan di wilayah sasaran.

“TMMD ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari percepatan pemerataan pembangunan desa melalui kolaborasi lintas sektor. Karena waktu pelaksanaan terbatas, semua pihak harus terlibat aktif sejak tahap perencanaan,” kata Letkol Roy.

Ia menjelaskan, lokasi TMMD ke-128 dipusatkan di Dusun Nglayur, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, karena wilayah tersebut masih tergolong terpencil, memiliki akses terbatas, sekaligus menjadi jalur penghubung strategis antara Desa Sukorejo dan Desa Wonorejo.

Selain sebagai akses antarwilayah, jalur tersebut juga dinilai penting sebagai rute evakuasi saat terjadi bencana tanah longsor yang kerap mengancam kawasan perbukitan Gandusari. Kondisi geografis inilah yang menjadi salah satu dasar utama penetapan lokasi program TMMD tahun ini.

Pada sasaran fisik, program TMMD ke-128 mencakup pembangunan rabat jalan sepanjang 970 meter, pembangunan tembok penahan jalan di tiga titik, renovasi sembilan unit rumah tidak layak huni, serta pembangunan satu unit sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.

Dandim menegaskan bahwa seluruh sasaran pekerjaan dalam program TMMD ini harus mampu menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, mulai dari membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas warga, memperkuat akses ekonomi pedesaan, hingga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Reporter: feri