Ceramah Ramadan Mengawali Gelar Buka Bersama Keluarga Besar SMP Negeri 3 Babat

Listen to this article

LAMONGAN Lintasjatimnews.com — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama keluarga besar SMP Negeri 3 Babat yang digelar pada akhir pekan terakhir bulan Ramadan. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga sekolah sekaligus refleksi spiritual di penghujung bulan suci.

Acara yang berlangsung di lMasjid At-Tarbiyah SMP Negeri 3 Babat tersebut dihadiri seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) beserta suami atau istri dan anak-anak mereka. Selain itu turut hadir pengurus komite sekolah, para kepala SD dan MI mitra, serta sebagian alumni GTK SMP Negeri 3 Babat. Hadir pula Kepala SMP Negeri 1 Pucuk yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 3 Babat.

Kepala SMP Negeri 3 Babat, Yuli Widdiyati, S.Pd., M.Pd., yang baru menjabat sejak awal Februari lalu, mengaku bersyukur dapat menyaksikan kebersamaan keluarga besar sekolah dalam suasana Ramadan.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa menyaksikan langsung guyub rukun keluarga besar SMP Negeri 3 Babat. Momentum seperti ini menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat kebersamaan dalam memajukan sekolah,” ujarnya.

Sebelum berbuka puasa, kegiatan diawali dengan ceramah Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz Qoirun Naim, S.Pd., M.Pd. Dalam tausiyahnya, ia mengajak hadirin memaknai Ramadan sebagai momentum memperkuat iman, memperbanyak amal, serta menumbuhkan harapan untuk meraih keberkahan hidup dunia dan akhirat.

Dalam ceramahnya, Ustadz Qoirun Naim menuturkan kisah bagaimana kaum Quraisy pernah meminta kepada Nabi Muhammad SAW agar Bukit Shafa dijadikan emas sebagai bukti kebenaran dakwah beliau. Namun Nabi tidak memohonkan hal tersebut, karena beliau berharap agar kaum Quraisy kelak tetap memiliki kesempatan beriman, atau setidaknya generasi anak-anak mereka yang akan menerima Islam.

“Rasulullah lebih memilih memberi kesempatan manusia untuk bertobat dan berubah. Bahkan beliau berharap jika hari ini mereka belum beriman, semoga anak-anak dan keturunannya kelak menerima Islam,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki harapan untuk hidup lebih lama, namun hakikat umur sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk mengisi waktu dengan amal saleh dan menjaga istiqamah, terutama pada sepertiga malam terakhir di bulan Ramadan.

“Jika nyawa sudah dicabut, barulah kehidupan yang sesungguhnya dimulai. Maka yang akan menyelamatkan kita kelak adalah amal kebajikan yang kita lakukan selama hidup,” ujarnya.

Dalam bagian lain ceramahnya, ia juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW agar kelak memperoleh syafaat beliau di hari kiamat. Ia menggambarkan perjalanan manusia mencari pertolongan pada hari kiamat yang dimulai dari Nabi Adam, kemudian Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Isa, hingga akhirnya kepada Nabi Muhammad SAW.

“Carilah Nabi Muhammad di Telaga Kautsar. Jika belum bertemu, maka lihatlah timbangan amal di Al-Mizan. Amal kebajikanlah yang akan menyelamatkan seseorang,” jelasnya.

Ia juga mengutip kisah yang diriwayatkan dalam hadis yang menggambarkan keutamaan amal ibadah yang konsisten. Dalam kisah tersebut, ada dua orang yang sama-sama berjihad di medanperang,yan satu mennggallebih dahulu dan tentu syahid,yang satu masih hidup dan meninggal dunia belakangan. Seorang sahabat yang wafat belakangan justru memperoleh kedudukan lebih tinggi karena ia masih sempat menjalankan salat, puasa Ramadan, dan berbagai amal ibadah selama setahun setelah sahabat lainnya wafat.

“Ini menunjukkan bahwa kesempatan hidup lebih lama jika diisi dengan ibadah bisa menjadi keutamaan besar di sisi Allah,” ungkapnya.

Kegiatan ceramah kemudian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar SMP Negeri 3 Babat berharap kebersamaan yang terjalin di bulan Ramadan dapat semakin memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: M. Said