Pembukaan Pondok Ramadan SMPN 1 Pucuk Dihadiri Pengawas GPAI, 630 Siswa Ikuti Kegiatan Keagamaan

Listen to this article

LAMONGAN lntasjatimnews — SMP Negeri 1 Pucuk menggelar kegiatan Pondok Ramadan yang diikuti seluruh siswa sebagai bagian dari pembinaan karakter religius selama bulan suci. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai Senin hingga Sabtu, 9–14 Maret 2026, dan dipusatkan di Masjid Al-Asr SMP Negeri 1 Pucuk.

Pembukaan kegiatan Pondok Ramadan tersebut dihadiri Pengawas Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), Ustadz Juri Wahananti, M.Ag., yang memberikan sambutan sekaligus pengarahan kepada para peserta.

Kegiatan ini diikuti sekitar 630 siswa yang dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama diikuti siswa kelas VII, gelombang kedua kelas VIII, dan gelombang ketiga kelas IX, dengan masing-masing gelombang diikuti sekitar 200 siswa.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala SMP Negeri 1 Pucuk mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan amal kebaikan dan menuntut ilmu.

Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan mencari ilmu, “Man salaka thariqan yaltamisu fihi ‘ilman sahhalallahu lahu thariqan ilal jannah,” yang berarti bahwa siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.

“Pahala amal kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Karena itu, kegiatan Pondok Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperbanyak amal saleh dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pondok Ramadan merupakan program sekolah yang juga selaras dengan program Kementerian Agama di bidang pendidikan, sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk karakter peserta didik.

“Setiap amal kebajikan akan mendapatkan pahala besar jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas hanya karena Allah,” tambahnya.

Sementara itu, dalam pengarahan kepada para siswa, Pengawas GPAI Ustadz Juri Wahananti, M.Ag. mengajak para peserta memanfaatkan sisa hari Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur’an.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan manusia kelak menuju surga atau neraka sangat bergantung pada pribadi dan amal masing-masing.

“Surga juga termasuk makhluk Allah yang merindukan manusia tertentu. Ada empat golongan manusia yang dirindukan surga,” ungkapnya.

Empat golongan tersebut antara lain:

  1. Orang yang gemar membaca Al-Qur’an
  2. Orang yang mampu menjaga lisannya
  3. Orang yang melaksanakan puasa Ramadan dengan sungguh-sungguh
  4. Orang yang gemar memberi makan kepada sesama

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan pesan agar para guru Pendidikan Agama Islam memberikan pendampingan yang maksimal kepada para siswa selama kegiatan berlangsung.

“Anak-anak perlu dibimbing agar benar-benar memanfaatkan waktu yang tersisa di bulan Ramadan ini untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an dan meningkatkan ibadah,” pesannya.

Selama pelaksanaan Pondok Ramadan, para siswa mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya kajian keislaman, praktik dan pengamalan ibadah mahdhah, serta pembinaan akhlak.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pengumpulan dan pembagian zakat fitrah, berbagi takjil, serta buka puasa bersama yang melibatkan siswa dan guru.

Seluruh materi disampaikan oleh narasumber dari guru-guru yang berkompeten, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI)

Melalui kegiatan Pondok Ramadan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, kegiatan ini dapat membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat,” pungkas pihak sekolah.

Kontributor: M. Said