Mengapa Ramadhan Disebut Bulan yang Paling Mulia

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews.com – Dalam perjalanan waktu satu tahun, Allah Swt memberikan satu bulan yang memiliki kedudukan sangat istimewa bagi umat Islam, yaitu bulan Ramadhan.

Bulan ini disebut sebagai bulan yang paling mulia karena di dalamnya terkandung berbagai keutamaan, keberkahan, serta kesempatan besar bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Ramadhan bukan hanya tentang ibadah puasa, tetapi juga tentang pembinaan iman, penyucian jiwa, dan peningkatan kualitas spiritual. Salah satu alasan utama mengapa Ramadhan begitu dimuliakan adalah karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Allah Swt berfirman “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Turunnya Al-Qur’an menjadikan Ramadhan memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi. Al-Qur’an adalah sumber petunjuk hidup bagi manusia, sehingga bulan yang menjadi awal turunnya wahyu tersebut tentu memiliki kemuliaan yang luar biasa.

Selain itu, Ramadhan juga dimuliakan karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 1–3)

Keberadaan Lailatul Qadar menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih pahala yang sangat besar. Ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai yang lebih baik daripada ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun.

Kemuliaan Ramadhan juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah Saw Beliau bersabda “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang dipenuhi dengan rahmat dan peluang kebaikan. Allah memberikan suasana yang memudahkan manusia untuk beribadah dan menjauh dari godaan keburukan.

Selain itu, setiap amal kebaikan pada bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya. Puasa yang dijalankan dengan penuh keimanan dan keikhlasan juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya agar mereka memiliki kesempatan memperbaiki diri.

Ada sebuah mutiara kata yang menggambarkan keindahan Ramadhan “Ramadhan adalah bulan ketika langit lebih dekat dengan doa, hati lebih mudah tersentuh, dan pintu ampunan terbuka selebar-lebarnya.”

Karena itu, Ramadhan disebut sebagai bulan yang paling mulia bukan hanya karena berbagai keistimewaan yang Allah berikan, tetapi juga karena ia menjadi kesempatan terbaik bagi manusia untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, dan menapaki jalan menuju ketakwaan.

Penulis Fathurrahim Syuhadi