Jangan Lelah Berbuat Baik

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Dalam perjalanan hidup, tidak semua kebaikan berjalan mulus tanpa hambatan. Sering kali ketika seseorang berusaha melakukan hal yang baik, justru ada saja ujian, kesalahpahaman, atau hal buruk yang menyertainya.

Namun demikian, kebaikan tetaplah kebaikan. Ia tidak kehilangan nilainya hanya karena ditemani kesulitan. Sebaliknya, keburukan tidak pernah membawa kebaikan bersamanya. Karena itu, jangan pernah bosan berbuat baik meskipun kadang terasa tidak sempurna.

Allah Swt. mengingatkan dalam Al-Qur’an “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
(QS. Az-Zalzalah : 7)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah. Mungkin manusia tidak melihatnya, mungkin orang lain tidak menghargainya, tetapi Allah tidak pernah lalai dalam mencatat amal hamba-Nya.

Rasulullah Saw. juga bersabda
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan. Namun, jalan terbaik adalah terus memperbaiki diri dengan memperbanyak kebaikan. Kebaikan yang dilakukan dengan tulus mampu menghapus noda keburukan yang mungkin terjadi.

Dalam hidup, tugas manusia sebenarnya sederhana : kerjakan bagian kita dengan sebaik-baiknya. Usaha, doa, dan niat baik adalah tanggung jawab kita. Adapun hasilnya adalah wilayah Allah.

Ketika seseorang telah melakukan yang terbaik, maka ia tidak perlu terlalu cemas dengan hasil akhir.

Allah berfirman
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”
(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini mengajarkan bahwa setelah berusaha dengan maksimal, manusia harus menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh tawakal. Tidak semua hal harus terjadi sesuai dengan kehendak kita. Bahkan terkadang apa yang tidak terjadi justru merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada kita.

Memaksakan segala sesuatu agar sesuai dengan keinginan sering kali hanya membuat hati semakin gelisah. Padahal kebahagiaan justru lahir dari keikhlasan menerima takdir Allah setelah kita berusaha dengan sungguh-sungguh.

Buya Hamka pernah berkata, “Berbuat baiklah walaupun tidak dihargai manusia, karena kebaikan itu tidak pernah hilang di sisi Tuhan.”

Kata-kata ini mengingatkan bahwa nilai kebaikan tidak bergantung pada pujian manusia, tetapi pada keikhlasan hati.
Karena itu, jangan pernah lelah berbuat baik.

Lakukanlah segala sesuatu semaksimal yang kita mampu. Berdoalah seikhlas yang kita sanggup. Biarkan Allah yang mengatur hasilnya. Dia yang mengetahui letihnya usaha kita, Dia pula yang menilai khusyuknya doa-doa kita.

Kebaikan yang dilakukan dengan tulus mungkin tidak selalu langsung terlihat hasilnya di dunia. Namun yakinlah, setiap kebaikan akan kembali kepada pelakunya dalam waktu dan cara yang telah Allah tentukan.

Sebab di sisi Allah, tidak ada satu pun amal baik yang terbuang sia-sia.

Penulis Fathurrahim Syuhadi