Kebaikan yang Kembali kepada Diri Sendiri

Listen to this article

SURABAYA lintasjatimnews – Dalam kehidupan ini, setiap kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya tidak pernah hilang. Ia tidak sekadar berhenti pada orang yang menerima, tetapi akan kembali kepada diri kita sendiri dengan cara yang sering kali tidak kita duga.

Saat kamu memberi kepada orang lain, sesungguhnya pemberian itu juga untukmu. Saat kamu membahagiakan orang lain, kebahagiaan itu sejatinya sedang kamu tanam untuk dirimu sendiri.

Islam mengajarkan bahwa setiap amal baik akan kembali kepada pelakunya.

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an “Jika kamu berbuat baik, sesungguhnya kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia pada akhirnya akan kembali kepada dirinya sendiri.

Ketika kita memuliakan orang lain, sejatinya kita sedang memuliakan diri kita sendiri. Ketika kita menolong orang lain, sejatinya kita sedang menolong kehidupan kita sendiri.

Rasulullah Saw juga mengajarkan pentingnya mendoakan orang lain. Dalam sebuah hadis disebutkan “Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab. Di sisi kepalanya ada malaikat yang ditugaskan. Setiap kali ia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, malaikat itu berkata: Amin, dan bagimu juga seperti itu.” (HR. Muslim)

Hadis ini memberikan pelajaran yang sangat indah. Saat kita mendoakan orang lain dengan tulus, sebenarnya doa itu kembali kepada diri kita. Malaikat bahkan mengaminkan doa tersebut dan memohonkan kebaikan yang sama untuk kita.

Begitu pula ketika kita berbuat baik kepada orang lain. Kebaikan itu tidak pernah sia-sia.

Allah Swt berfirman “Tidak ada balasan bagi kebaikan selain kebaikan (pula).”
(QS. Ar-Rahman: 60)

Ayat ini adalah janji Allah yang pasti. Setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan mendapatkan balasan kebaikan pula. Mungkin tidak selalu datang dari orang yang sama, tetapi Allah akan mengirimkannya melalui jalan yang tak terduga.

Karena itu, jangan pernah ragu untuk berbuat baik. Jangan pula khawatir jika kebaikan kita tidak dihargai manusia.

Sebab sesungguhnya kebaikan itu tidak pernah hilang. Ia tercatat di sisi Allah dan akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lebih indah.

Saat kamu memberi kepada orang lain, sesungguhnya kamu sedang memberi kepada dirimu sendiri. Saat kamu membahagiakan orang lain, sesungguhnya kamu sedang menanam kebahagiaan bagi dirimu. Saat kamu memuliakan orang lain, sesungguhnya kemuliaan itu juga akan kembali kepadamu.

Maka berikan dan lakukan yang terbaik dalam hidup ini. Tebarkan kebaikan, perbanyak doa untuk orang lain, dan muliakan sesama manusia. Karena pada akhirnya, semua yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri.

Dan percayalah, tidak ada balasan yang lebih indah atas sebuah kebaikan selain kebaikan itu sendiri.

Penulis Fathurrahim Syuhadi